Page 148 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 148

Melacak Sejarah Pemikiran Agraria


               sistem ketenagakerjaan yang berdampak pada kemiskinan tam-
               pak secara gamblang.
                   Dalam kata pengantar atas laporan yang telah diterjemah-
               kan ke dalam bahasa Inggris, Goerge McTurnan Kahin menya-
               takan bahwa kesimpulan itu mengkonfirmasi mengapa para
               pekerja perkebunan memberi dukungan positif terhadap para pe-
               mimpin revolusi. Sekaligus memberi pemahaman mengapa or-
               ganisasi buruh pasca-revolusi dapat berkembang demikian kuat
               di antara buruh perkebunan. 26  Hal terakhir telah sangat gam-
               blang ditunjukkan oleh Ann Laura Stoler dalam kasus perkebu-
               nan di daerah Pantai Timur Sumatera. 27  Demikian juga kuatnya
               SOBSI di berbagai wilayah perkebunan di Jawa dan periode awal
               BTI yang beranggotakan para buruh perkebunan melebihi petani,
               terutama tahun-tahun sebelum peristiwa perjanjian Konferensi
               Meja Bundar.


               2.  Penelitian S. Dingley, The Peasant’s Movement in Indo-
                   nesia

                   Sumira Dingley adalah nama samaran Iwa Kusuma Su-
               mantri. Pada tahun 1927 ia menulis The Peasant’s Movement in
               Indonesia. 28  Bukunya berisi tentang perjuangan dan konflik pe-
               tani melawan perusahaan perkebunan Eropa, beratnya beban pa-
               jak, pemilikan tanah yang luas dan para “raja-raja” lokal, aktivi-
               tas lintah darat Cina dan para haji, juga tentang petani tak ber-





                   26  George McTurnan Kahin, “Preface”, dalam Coolie Budget Commission,
               op.cit., hal. i
                   27  Lihat, Ann Laura Stoler, Kapitalisme dan Konfrontasi di Sabuk Perkebunan
               Sumatera, 1870-1979 (Yogyakarta: KARSA, 2005).
                   28  S. Dingley, The Peasant’s Movement in Indonesia (Berlin: R.L. Prager, 1927).
               Iwa Kusuma Sumantri berasal dari Garut, Jawa Barat. Setelah menyelesaikan
               studi hukum di Leiden, ia lalu melanjutkan ke Moskow pada tahun 1925.
               Penelitannya ini ditulis dalam bahasa Perancis yang disajikan untuk Organisasi
               Internasional Petani (Krestintern). Ia menuliskannya agar dapat menambah uang
               sakunya yang sangat kecil. Ketika Indonesia merdeka, Iwa Kusuma Sumantri
               menjadi Menteri Pendidikan dan Rektor Universitas Padjajaran, Bandung. Ben
               White, op.cit., hal. 111.
                                                                         95
   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153