Page 37 - E-MODUL Konstruksi Perkerasan Jalan
P. 37
serat atas dan serat bawah dari pelat tidak dimaksimalkan untuk menahan
tegangan akibat beban roda, yang hasilnya penggunaan bahan konstruksi
tersebut tidak efisien. Sedangkan pada perkerasan beton prategang, kuat
tarik lentur beton ditingkatkan dengan memberikan tegangan tekan dan tidak
dibatasi lagi oleh kuat tarik lentur betonnya. Dengan demikian tebal
perkerasan kaku yang dibutuhkan untuk beban tertentu akan lebih tipis dari
tebal perkerasan kaku konvensional. Perkerasan kaku jenis prategang, yang
umum dilaksanakan, mempunyai ukuran panjang pelat sekitar 130 m.
5. Perkerasan Kaku Pracetak
Keuntungan dari perkerasan kaku pracetak ialah terjaganya kualitas
beton tetap tinggi sesuai yang direncanakan, pengaruh akibat cuaca sangat
kecil, dan selama pelaksanaan tidak terlalu menganggu lalu lintas.
Perkerasan kaku pracetak dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu:
a. Perkerasan kaku pracetak tanpa prategang
b. Perkerasan kaku pracetak dengan prategang
Pada perkerasan kaku tersebut, terdapat tiga tipe jenis pelat yang
digunakan, yaitu:
• joint panel, terletak di ujung-ujung dari masing-masing bagian
rangkaian pelat pratekan dan mempunyai ruji pada sambungannya
untuk mengakomodir pergerakan horizontal pelat
• central panel, terletak ditengah-tengah dari rangkaian pelat dan
terdapat lubang (pocket) untuk penempatan ujung-ujung
posttensional strand base panel, pelat-pelat yang dominan
Konstruksi Jalan dan Jembatan | DPIB kelas XI
33