Page 38 - E-MODUL Konstruksi Perkerasan Jalan
P. 38
membentuk suatu sistem perkerasan, yang diletakan diantara joint
panel dan central panel.
Jenis-Jenis Sambungan Perkerasan Kaku
Pada kontruksi perkerasan kaku, perkerasan tidak dibuat menerus
memanjang sepanjang jalan seperti halnya yang dilakukan pada perkerasan
lentur. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya pemuaian yang besar pada
permukaan perkerasan sehingga dapat menyebabkan retaknya perkerasan.
Selain itu, kontruksi seperti ini juga dilakukan untuk mencegah terjadinya retak
menerus pada perkerasan jika terjadi keretakan pada suatu titik pada perkerasan
salah satu mencegah terjadinya hal tersebut adalah dengan cara membuat
kontruksi segmen pada perkerasan kaku dengan sistem sambungan (joint) untuk
menghubungkan tiap segmennya. Berikut terdapat jenis sambungan yang
digunakan pada perkerasan kaku yaitu:
1. Sambungan Pelaksanaan (Construction Joint)
Sambungan yang memisahkan bagian-bagian pelat beton yang dicor
pada waktu yang berbeda ialah sambungan pelaksanaan. Sambungan ini
dapat diletakkan pada arah melintang maupun memanjang yang letaknya
sudah direncanakan sebelumnya. Sambungan memanjang umunya berjarak
3,6 m dengan adanya batas-batas lajur. Bila tidak ada batas lajur,
sambungan dipasang setiap jarak 3,6 m dan tidak lebih 4,2 m. Sambungan
ini dilengkapi pengunci pada bagian tengahnya dengan ukuran 0,2D (dengan
D = tebal pelat beton).
Konstruksi Jalan dan Jembatan | DPIB kelas XI
34