Page 121 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 121
"Apa sih jangan becanda beb," tandasnya, mencoba menghalau
rasa sangsi yang mulai menyelinap.
Namun, aku tidak menyerah. Berkali-kali aku membangun narasi,
menyuntikkan keraguan ke dalam benaknya hingga perlahan-
lahan pertahanannya runtuh, dan ia mulai terperangkap dalam
skenario palsu yang kuciptakan.
Rasa penasaran membawaku berselancar ke aplikasi
sebelah. Begitu aku membuka Instagram, kotak masukku sudah
riuh, penuh sesak oleh pesan-pesan darinya. Farras mengirimkan
tangkapan layar percakapan WhatsApp kami beberapa saat lalu,
mencari konfirmasi atas kebingungan yang menderanya.
Dengan ketenangan yang manipulatif, aku membalas Direct
Message-nya. Aku melayangkan alibi bahwa aku sedang tidak
memegang ponsel utamaku, dan saat ini aku mengakses Instagram
melalui perangkat lain. Ya, Farras memang tahu betul kalau aku
memiliki lebih dari satu ponsel. Umpan itu termakan sempurna.
Kepanikan mulai merayap dalam ketikannya, tersirat jelas saat dia
melontarkan pertanyaan yang dipenuhi rasa was-was: lalu
siapakah sosok misterius yang tengah memegang WhatsApp-ku?
Lentera hari mulai meredup saat aku melangkah ke dalam
kamar kost. Sepulang kerja, tubuh ini rasanya remuk redam. Tanpa
berganti pakaian, aku langsung merebahkan diri di atas kasur,
121

