Page 122 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 122
menikmati setiap detik saat otot-ototku yang kaku setelah
seharian memeras peluh akhirnya bisa merenggang bebas.
Sore itu ponselku tak berhenti berdering. Farras bagai
diburu waktu, terus membombardirku dengan panggilan dan
pesan, baik lewat WhatsApp maupun DM Instagram. Ia bahkan
melakukan panggilan seluler biasa berkali-kali karena aku tidak
membalas DM nya dari siang.
"Beb jangan bikin panik!"
"Gin kamu bete kenapa sih?"
"Aku abis magrib cek kamu".
Rentetan pesan itu terus mengalir, memenuhi ruang
notifikasi laksana air bah. Menyaksikan betapa hebatnya badai
kepanikan yang sedang menggulung perasaannya, hatiku akhirnya
melunak. Rasa kasihan mengalahkan ego jahilku. Kutekan tombol
hijau, mengangkat panggilan telepon darinya yang kesekian kali.
"Aku baru sampe kost," ucapku memecah kesunyian, singkat dan
lirih.
Seketika itu juga, suaranya berhamburan dari seberang sana.
Ia memberondongku dengan berbagai pertanyaan. Nadanya
bergetar hebat, sarat akan rasa panik yang tak lagi bisa ia
sembunyikan dan aku hanya pura-pura tidak tahu, sedangkan dia
tetap dengan kebingungannya.
122

