Page 117 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 117

Sepanjang  proses  memasak,  Popay  dan  Kak  Retha  tidak

          henti-hentinya  mengawasiku  bak  juri  kompetisi  memasak  yang

          ketat.  Protes  mereka  mengalir  tanpa  jeda,  mulai  dari  caraku
          mengiris  bawang  yang  dianggap  tidak  estetis,  hingga  teknik

          memotong kangkung yang menurut mereka keliru.
          "Yang penting rasanya pas dan makanannya matang," gumamku

          dalam hati, berusaha tetap fokus meski telingaku panas.

          Di balik kecerewetan itu, aku tahu ada binar salut di mata mereka
          melihat sisi bucin-ku yang satu ini. Biasanya, Popay-lah yang selalu

          berbaik hati memasakkanku, namun hari ini, roda berputar demi

          Farras. Saat tiba giliran menumis kangkung, Popay turun tangan
          membantuku. Namun, ada sedikit rasa sesak di dada saat melihat

                                            .
          hasilnya:  kangkungku  overcook Warnanya  terlalu  layu,  dan
          teksturnya yang seharusnya renyah malah berubah menyerupai
          sayur kuah. Kecewa? Tentu saja, tapi nasi sudah menjadi bubur,

          atau dalam hal ini, tumis sudah menjadi sayur.

               Pukul  07.00,  semangatku  kembali  membumbung.  Saatnya
          plating! Aku mengeluarkan "senjata rahasia" yang kubeli dengan

          penuh dedikasi: dua buah lunch box    baru. Satu berwarna merah

          muda dengan karakter Lotso yang menggemaskan terdiri dari tiga
          susun, dan satu lagi berwarna cream   dengan empat sekat khusus

          untuk Farras. Aku menata tiap  komponen dengan  penuh kasih,


                                                                        117
   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121   122