Page 113 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 113
Suasana hatiku yang sudah telanjur badmood membuatku
enggan memesan apa-apa. Farras tetap memesan porsinya, dan
entah apa yang dia pesankan untukku sebagai camilan, ingatanku
agak kabur di bagian itu, namun dia tak membiarkanku hanya
menonton.
"Beb, cobain ini. Bir," celetuknya tiba-tiba. Aku membelalak. Pria
ini benar-benar tidak ada habisnya menjahiliku.
"Enggak usah aneh-aneh !" jawabku ketus.
Tanpa persetujuanku, dua botol bertuliskan Beer mendarat di
meja. Aku yang awam sempat mengira itu alkohol sungguhan,
padahal itu hanyalah Coffee Beer , minuman soda rasa kopi yang
segar mirip limun.
Sambil menunggu pesanan, kutatap lelakiku yang sore itu
mengenakan topi. Wajahnya berubah antusias saat menanyakan
kabar Mamah.
"Mamah nanya tentang aku enggak?" tanyanya penuh harap.
Kami juga mulai menyusun kepingan rencana untuk ke Cirebon
bulan Desember nanti. Dia tampak begitu bersemangat saat aku
mengizinkannya ikut.
"Kamu latihan dulu, biar kalau ketemu Bapak sama Mamah enggak
canggung," ledekku. Dia tidak mau kalah.
113

