Page 110 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 110

BAB 23 : MIE NYEMEK STASIUN MANGGARAI


             16 November 2025: Melankolia Mie Nyemek dan Bir Fiktif


               Minggu  sore  selalu  punya  aroma  yang  sama:  perpaduan

          antara sisa panas Jakarta dan debar yang tak pernah usai. Bagiku,
          ini adalah agenda  sakral. Sebuah waktu yang wajib kuhabiskan

          bersama Farras lelaki yang dalam semesta pribadiku, merupakan

          sosok  paling  rupawan  seantero  ibu  kota.  Namun,  jangan
          bayangkan  kencan  mewah  ala  film  romantis.  Bersama  Farras,

          kencanku adalah sebuah ritme yang sudah kuhafal di luar kepala:

          makan,  lalu  pulang.  Begitu  saja.  Singkat,  padat,  dan  terkadang
          membuatku gemas sendiri menghadapi tabiat "pemuda jompo"-

          ku ini.
               Dia  mengabariku  sedang  dalam  perjalanan  dari  kediaman

          ayahnya  di  daerah  Koja  Jatiasih,  Bekasi.  Seperti  sebuah  prolog

          yang  klise,  kami  memulai  hari  dengan  pertengkaran  kecil.  Aku
          bukan  tipe  perempuan  yang  gemar  memulai  petualangan  saat

          matahari  sudah  condong  ke  barat.  Aturan  di  rumahku  saklek:
          maksimal jam lima sore aku harus sudah menginjakkan kaki di

          rumah.  Sementara  di  Jakarta,  jam  empat  sore  aku  baru  bisa

          menyentuh aspal.





                                                                        110
   105   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115