Page 111 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 111
"Ayo keluar," desaknya, tetap kekeh meski aku sudah didera rasa
malas.
Sejujurnya, aku hanya ingin dia mengerti bahwa aku
mendamba waktu yang lebih panjang. Aku ingin kami menyesap
pagi bersama, menghabiskan sisa libur tanpa bayang-bayang jam
malam. Namun, Farras tetaplah Farras, permintaanku itu
seringkali hanya lewat begitu saja di telinganya.
Tiga puluh lima menit kemudian, motornya terhenti di
depan gerbang kost. Aku keluar dengan penampilan yang sudah
kupersiapkan sebaik mungkin: sweater rajut Korean style
bermotif garis white and lilac yang manis, dipadukan dengan skirt
putih yang senada dengan sneakers-ku. Aku merasa cantik,
sampai mataku menangkap penampilannya yang... yah, seadanya.
Dia hanya mengenakan sweater navy dan celana pendek. Kontras
yang luar biasa. Sepanjang jalan, mulutku tak berhenti mengomel,
sementara dia hanya membalasnya dengan cengengesan khas
yang, sialnya, selalu berhasil meredam amarahku.
"Ke mall yuk?" ajakku. "Minggu depan ya? Bajuku soalnya gini"
jawabnya santai.
Aku menghela napas panjang. Harapan akan pendingin
ruangan mall pupus, berganti dengan debu jalanan Jakarta. Kami
tidak menyusuri jalanan protokol dengan gedung-gedung
111

