Page 108 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 108
hanya menyarankan untuk terus mengumpulkan tangkapan layar
(screenshot) pesan dari sang hacker sampai ada ancaman yang
lebih nyata, alih-alih memblokirnya. Jika ada pesan yang sudah
mengancam, barulah Farras akan membuat laporan ulang. Sebuah
saran yang disetujui oleh temannya, meski terasa lambat dan
melelahkan.
Dibalik pekatnya masalah yang sedang menggelayuti kami,
ada sedikit rasa egois yang membuncah di dalam dadaku. Aku
merasakan sepercik kebahagiaan karena malam ini bisa
menginjakkan kaki di Jakarta Pusat. Aku menikmati setiap jengkal
kemacetan kota ini dan memanjakan mata dengan city view
gedung-gedung tinggi yang selalu menjadi favoritku. Sesuatu yang
mewah bagiku, karena selama ini Farras selalu membawaku pergi
ke arah Bekasi, nyaris tak pernah mengindahkan keinginan
sederhanaku untuk menikmati gemerlap ibu kota.
Setibanya kami kembali di kost, ia meminta izin untuk
menelepon teman polisinya, dan aku mengangguk pelan. Ada rasa
sesak yang menghimpit dada saat melihatnya dirundung
kesedihan sedalam itu. Farras mengaku malu, ia didera rasa cemas
tentang bagaimana harus berhadapan dengan rekan-rekan
kantornya setelah difitnah dengan narasi yang menjijikkan.
108

