Page 103 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 103

menyadari  ada  dua  perempuan  di  sudut  lain  yang  tak  henti-

          hentinya mencuri pandang ke arah kami. Farras yang sadar sedang

          dijadikan pusat perhatian, mendengus kesal.
          "Itu  mereka  ngapain  sih  ngeliatin  terus?  gue  colok  juga  nanti

          matanya,"  ucapnya ketus, benar-benar terlihat terganggu.
               Aku  tertawa  kecil  melihat  reaksinya.  Di  saat  laki-laki  lain

          mungkin  akan  besar  kepala  atau  "tebar  pesona"  saat  dilirik

          Perempuan, Farras justru merasa risih. Padahal kejadian seperti
          ini bukan sekali dua kali,  bahkan saat kami di Perpusnas  pun,

          banyak mata yang tak berkedip menatap kami. Namun di situlah

          letak istimewanya. Dia bukan laki-laki yang haus validasi atau gila
          wanita. Dia hanya gila untukku.

               Malam semakin larut saat kami kembali ke depan gerbang

          kost. Kembali kutitipkan ciuman di punggung tangannya sebagai
          tanda  pamit.  Aku  masuk  ke  dalam  dengan  hati  yang  penuh,

          menyadari bahwa di balik sikap ketusnya pada dunia, aku adalah

          tempatnya pulang dengan segala kelembutan yang ia punya.











                                                                        103
   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108