Page 101 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 101

sang penjaga, berjanji akan menjemputnya nanti setelah urusan

          perut terselesaikan.

               Farras  sempat  melirik  ke  arah  warung  pecel  ayam  di
          samping kampus. Aku tahu dia ingin mengajakku makan di sana,

          tapi  ia  segera  mengurungkan  niatnya.  Dia  paham  betul  isi
          kepalaku,  makan  di  dekat  kost  berarti  perjalanan  kami  akan

          berakhir terlalu cepat. Dan dia tahu, aku adalah pemuja momen-

          momen  saat  kami  menyusuri  aspal,  membiarkan  angin  malam
          Jakarta menerpa wajah saat motornya membelah jalanan Duren

          Sawit Jakarta Timur.

               Kami  berkendara  sambil  melempar  tawa,  menertawakan
          hal-hal remeh yang hanya lucu bagi kami berdua. Akhirnya, pilihan

          jatuh  pada  sebuah  warung  tenda  pecel  ayam  yang  bersisian

          dengan tempat pencucian motor.
          "Kamu pesan duluan ya, aku taruh motor di pencucian dulu biar

          sekalian bersih,"  ucapnya.

          Di bawah  temaram  lampu  tenda, aku  memesan  dua porsi dada
          ayam,  tahu,  tempe,  dan  tak  lupa  beberapa  tusuk  sate  sebagai

          pelengkap. Farras memang tidak pernah gagal jika urusan selera

          makan.  Dia  selalu  tahu  di  mana  letak  hidangan  yang  mampu
          memanjakan lidah.





                                                                        101
   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106