Page 96 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 96
kedai minuman di depan kost ku sambil meminum choco hazelnut
miliknya.
Begitu matanya menangkap kehadiranku, sebuah seringai
jahil tersungging di bibirnya. "Outfit Gina kayanya terinspirasi
sama varian minuman yang dijual di sini, ya?" candanya dengan
nada menggoda. Aku hanya bisa tersenyum simpul,
menyembunyikan rona merah yang mungkin muncul. Malam itu,
aku membiarkan sisi femininku berbicara lewat pakaian yang
kukenakan, sebuah persembahan visual yang kuharap diam-diam
ia sadari.
Kami pun membelah jalanan Jakarta Timur. Angin malam
menerpa wajah saat aku duduk di balik punggungnya. Tanpa
tujuan yang pasti, aku hanya menikmati setiap detik di atas roda
dua ini.
"Kamu mau makan apa malam ini?" tanyanya, suaranya sedikit
terendam deru angin.
"Terserah kamu aja, aku cuma mau nemenin. Aku udah makan tadi
di kost," jawabku jujur, meski sebenarnya aku hanya ingin
menghabiskan waktu dengannya, tak peduli apakah ada piring di
depanku atau tidak.
Farras kemudian menawarkan sesuatu yang tak terduga:
nasi kucing di pinggir jalan. Ada sedikit keraguan dalam suaranya
96

