Page 105 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 105

Di  hadapan  kerapuhannya,  aku  mendadak  merasa  begitu

          kecil. Tidak banyak yang bisa kulakukan selain mendekap egonya

          yang terluka dan membisikkan kata-kata penenang. Namun, sang
          hacker   justru  semakin  menjadi-jadi.  Pesan-pesan  penuh

          intimidasi  mulai  dikirimkan  ke  beberapa  rekan  kerja  Farras,
          menyulut  api  kepanikan  yang  membuat  Farras  semakin

          kehilangan arah.

               Di  tengah  hiruk-piruk  itu,  sebuah  pesan  singkat  darinya
          masuk ke ponselku, memecah lamunan.

          "Nanti aku mau bikin laporan ke polda, anterin ya beb?"

               Aku  menghela  napas  lembut,  mengetik  balasan  dengan
          jemari yang berusaha tetap tenang.

          "Oke, pulang kerja ya."

               Jarum jam  nyaris menyentuh pukul 17.00 WIB ketika aku
          melangkah  keluar  dari  area  kerja.  Aku  bergegas  pulang,  dan

          mataku  langsung menangkap siluet Farras yang rupanya sudah

          menunggu di depan kosku. Tanpa membuang waktu, aku berlari
          kecil  ke  kamar,  berganti  pakaian  seadanya,  lalu  kami  segera

          membelah jalanan menuju Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat.

               Menjalin kisah asmara dengannya memang serupa menaiki
          roller  coaster,  penuh  dengan  kelokan  tajam  dan  sensasi  yang

          mendebarkan.  Kami  kerap  kali  mengukir  memori  di  tempat-


                                                                        105
   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110