Page 123 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 123
"Kamu aman kan?" tanyanya, ada nada ketakutan yang begitu
tulus di sana.
"Aman kok", jawabku sesedikit mungkin, menahan tawa sekaligus
rasa haru.
"Bener ya? Aman ya? Kamu makan belum? Makan dulu ya."
"Iya".
Percakapan malam itu berakhir dengan begitu singkat. Dan
bahkan sampai jemariku menari menuliskan bab ini, Farras sama
sekali tidak pernah tahu bahwa siang itu ia hanyalah korban dari
sebuah lelucon kecil.
Aku benar-benar tidak menyangka bahwa hatinya seputih
dan sepolos itu hingga begitu mudah untuk dibohongi. Aku pun
tak pernah menduga bahwa hilangnya aku sejenak bisa
menyalakan alarm kepanikan sehebat itu di dalam dadanya. Di
saat laki-laki lain mungkin akan menuduh pasangannya berpaling
atau berselingkuh ketika mendadak hilang tanpa kabar, pikiran
Farras justru melesat ke arah yang tak terduga. Yang dia takutkan
bukanlah pengkhianatan, melainkan skenario terburuk bahwa
aku tengah mengalami kecelakaan, atau bahkan telah tiada dari
dunia ini.
Dada ini mendadak terasa hangat, berdegup oleh rasa
bersalah yang berkelindan dengan kebahagiaan yang membuncah.
123

