Page 281 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 281

Farras kemudian mengirimkan pesan permintaan maaf, mengakui

          bahwa  gurauan  dan  candaannya  di  motor  tadi  sudah  kelewat

          batas. Aku membaca baris-baris kalimat penyesalan itu, namun
          memilih  untuk  mengabaikannya.  Kubiarkan  pesan  terakhirnya

          menggantung tanpa balasan di udara malam. Sebuah pernyataan
          bisu  bahwa  kali  ini,  aku  benar-benar  dirundung  amarah  atas

          sikapnya.






























                                                                        281
   276   277   278   279   280   281   282   283   284   285   286