Page 280 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 280
mubazir, Farras nekat menghabiskan kembali mi ayam basi
tersebut, mengunyahnya sembari menahan dongkol yang kentara.
"Awas aja ya kalau nanti malam ngeluh sakit perut," tandasku
mengingatkan dengan nada mengancam. Usai merampungkan
makan malam yang penuh drama itu, kami segera membayar dan
bergegas pulang. Di sepanjang jalan, gerutuan soal mie ayam basi
itu terus menjadi latar belakang perjalanan kami.
Waktu menunjukkan hampir pukul sembilan malam ketika
sebuah pesan singkat dari Farras masuk, mengabarkan bahwa ia
telah tiba di rumah dengan selamat. Tak lama kemudian, layar
ponselku menyala menampilkan namanya yang memanggil. Aku
sengaja membiarkannya, enggan mengangkat panggilan tersebut.
Rasa kesal dari rentetan peristiwa malam ini masih mengendap di
dadaku.
"Telepon Cynthia aja noh," balasku lewat pesan teks, ketus.
Aku mengirimkan rentetan kalimat berikutnya, menegaskan
kepadanya agar ia tidak bertindak seenaknya dan
menyepelekanku hanya karena ia tahu betapa besarnya
perasaanku padanya. Aku sengaja mengingatkannya kembali
bahwa di luar sana, ada banyak pria yang mengantri dan
menginginkan posisinya saat ini.
280

