Page 278 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 278
"Kalau aku cuma nyari yang tampan, jelas aku bakal milih Miyaki,"
ujarku, menahan dongkol yang kian membubung.
Farras akhirnya mengarahkan setir motornya menuju
kawasan BKT, tempat pelarian kuliner kami yang biasa. Ia
memecah keheningan dengan bertanya apa yang ingin kumakan,
padahal di dalam balik baju ini, perutku masih terasa penuh dan
sesak oleh dua porsi makanan tadi.
"Sate padang aja", jawabku cepat, menyudahi putaran kami di
area tersebut.
Kami menepi di depan sebuah gerobak sate padang pinggir jalan.
Aku memesan satu porsi sate padang, sementara Farras memilih
menu mi ayam dari pedagang di sebelahnya, lengkap dengan dua
gelas es teh manis untuk meredakan dahaga. Kami kemudian
mengambil posisi, duduk lesehan berdampingan di atas tikar
seadanya.
Tak lama, pesanan kami terhidang. Saat Farras menyumpit
suapan pertama mi ayamnya dan memasukkannya ke dalam
mulut, ekspresi wajahnya berubah drastis dalam hitungan detik.
Ia langsung melepehkan makanan. Gurat kekesalan tercetak jelas
di wajahnya.
"Basi ngga sih?" tanyanya dengan nada sangsi.
278

