Page 453 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 453

“Besok masih di Jakarta kan? Aku lupa bawa bukunya” , ucapnya.

          Dia akan membawakan novel karyanya yang sempat ia janjikan

          Desember 2025, namun aku menolaknya.
          “Kalo kamu mau nanti aku drop pake gojek?”,  bujuknya

          “Ngga usah hehe” jawabku.
               Malam itu, aku memang mengajaknya bertemu murni untuk

          menemaniku  membeli  donat  untuk  popay  sekaligus  menjadi

          pertemuan  terakhir.  Setelahnya,  aku  tidak  ingin  bertemu  lagi
          dengannya dengan alasan apapun.

          “Kamu  jangan  block  nomorku  ya?”,  ucap  Farras  sebelum  kami

          pulang.
          “kenapa?” tanyaku

          “Kan aku harus bayar utang”, jawabnya.

          “Kan udah dikasih nomor rekeningnya”, jawabku dan dia hanya
          tersenyum tipis.

               Aku tidak berniat memblokir nomornya sama sekali karena

          aku  sudah  ikhlas  melepasnya.  Kami  memutuskan  untuk
          menyudahi  obrolan  ini.  Aku  meminta  dia  mengantarku  untuk

          membeli  donat.  Setelah  donat  untuk  Popay  terbeli,  dia

          membawaku kembali ke kost. Di sepanjang jalan, aku memeluknya
          lebih erat dari biasanya, sebuah pelukan perpisahan. Setibanya di





                                                                        453
   448   449   450   451   452   453   454