Page 451 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 451

untuk  tidak  terlalu  pemilih  dan  segera  menikah.  Aku  hanya

          membalas bahwa aku bukan tipe wanita yang mudah membuka

          gerbang hati.

          "Kamu  udah  izin  sama  dia  buat  ketemu  aku?" tanyanya  lagi.
          "Belum", jawabku seadanya.
          "Parah banget,"  selorohnya.

          Lalu, di tengah obrolan yang mengalir, dia melontarkan kalimat

          yang membuatku tertegun.
          "Balikan kan?"

          "Nggak," jawabku tanpa ragu.

          "Walaupun finansialku sudah pulih?"
          "Nggak, aku udah nggak mau."

          "Walaupun nanti aku tiap hari datangin kamu kaya dulu?"

          "Nggak"
          "Walaupun aku nanti samperin ke Cirebon?"

          "nggak mau, aku udah babak belur"

               Aku  menjawabnya  dengan  kemantapan  yang  tak
          tergoyahkan. Entah itu sekadar candaan atau keseriusan, aku tahu

          tak  ada gunanya mempertahankan hubungan yang  dibangun di

          atas fondasi kebohongan. Aku telah berhenti beristikharah karena
          jawaban  Tuhan  sudah  begitu  benderang  melalui  "sandi-sandi

          alam". Mulai dari gantungan kunci darinya yang tiba-tiba hancur


                                                                        451
   446   447   448   449   450   451   452   453   454