Page 449 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 449
yang kucintai dulu nyatanya hanyalah bayangan. Aku
mengenalnya sebagai sosok A yang kukagumi, namun realita
membongkar bahwa dia adalah sosok B yang penuh rahasia.
Penemuan itu membuatku merasa seperti sedang ditinggal mati
setiap hari.
Kami sempat berhenti di sebuah kedai kopi, namun tempat
itu belum beroperasi. Akhirnya, kami terdampar di Kenzo Space,
sebuah kafe terbuka di daerah Duren Sawit.
"Kopi aja ngga apa-apa kan? Kamu mau hazelnut?" tanyanya saat
kami tiba.
"Aku ngga minum kopi, aku pesan air mineral aja," jawabku datar,
bisa-bisanya dia lupa bahwa aku punya asam lambung.
"Jangan air mineral, atau mau makan?"
"Ngga usah", jawabku sekali lagi.
Jawaban-jawabanku memendek seiring dengan keinginanku
untuk segera pulang. Miris, dulu aku sangat memuja laki-laki ini,
namun malam itu, ada tembok raksasa yang terbangun di antara
kami. Saat dia meninggalkan ponselnya di meja untuk memesan,
mataku menangkap foto seorang perempuan di layar kuncinya.
Anehnya, tak ada rasa sakit. Energiku sudah habis untuk sekadar
merasa cemburu.
449

