Page 10 - Islamic-theology-Ibnul-Jawzi-membongkar-kesesatan-akidah-Tasybih-meluruskan-penyimpangan-dalam-memahami-sifat-sifat-Allah-Nurul-Hikmah-Press-173-Hal
P. 10
2 | Islamic Theology
Musthafâ, Daf„u Syubah at-Tasybîh Bi Akaff at-Tanzîh (kitab dengan
terjemahan yang ada di hadapan anda ini), Taqwîm al-Lisân, Salwah
1
al-Ahzân, dan lainnya .
Sedangkan Ibnu Qayyim al-Jawziyyah adalah murid Ibnu
Taimiyah. Ia banyak mengambil faham ekstrim dari gurunya, bahkan
ia mengikuti setiap jengkal faham gurunya dalam berbagai masalah
agama, terutama masalah ushûliyyah (teologi). Ia bernama
Muhammad ibn Abi Bakr ibn Ayyub az-Zar„i, dikenal dengan nama
Ibnu Qayyim al-Jawziyyah, lahir tahun 691 hijriyah dan wafat tahun
751 hijriyah.
Al-Dzahabi (w 748 H) dalam kitab al-Mu„jam al-Mukhtash
menuliskan tentang Ibnu Qayyim sebagai berikut:
“Ia tertarik dengan disiplin Hadits, matn-matn
-nya, dan para
perawinya. Ia juga berkecimpung dalam bidang fiqih dan cukup
kompeten di dalamnya. Ia juga mendalami ilmu nahwu dan
lainnya. Ia telah dipenjarakan beberapa kali karena
pengingkarannya terhadap kebolehan melakukan perjalanan
untuk ziarah ke makam Nabi Ibrahim. Ia menyibukan diri
dengan menulis beberapa karya dan menyebarkan ilmu-
ilmunya, hanya saja ia seorang yang suka merasa paling benar
dan terlena dengan pendapat-pendapatnya sendiri, hingga ia
menjadi seorang yang terlalu berani atau nekad dalam banyak
2
permasalahan” .
Al-Hâfizh Ibn Hajar al-Asqalani (w 852 H) dalam kitab ad-Durar
menuliskan sosok Ibnu Qayyim sebagai berikut:
al-Kâminah
1
Lebih lengkap lihat biografi beliau dalam; Siyar A„lâm an-
Nubalâ„, j. 21, h. 365, Tadzkirah al-Huffâzh, h. 1097, Wafayât al-A„yân, j. 2,
,
h. 321, al-Bidâyah Wa an-Nihâyah, j. 31, h. 28, Dzail Thabaqât al-Huffâzh
j. 1, h. 399, al-Kâmil Fî at-Târîkh , j. 12, h. 171, dan lainnya.
2
Al-Dzahabi, al-Mu„jam al-Mukhtash, h. 269