Page 28 - Renungan El Bethel - September 2022
P. 28

AD
                                                                               I
                                       A
                      E
                                                          I
                                             AN
                                                                   AH
                                                              L
                K
                KEADAAN ILAHI
                Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh
                pujangga-pujanggamu:
                Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.
                Kisah Para Rasul 17:28


                Bacaan: Kisah Para Rasul 17:28-30


                              s
                            u
                           l
                        au

                        aulus  bermaksud  melukiskan kenyataan  dengan suatu  kata-kata yang sudah dikenal
                        pendengarnya dalam syair-syair Yunani, bahwa semua orang berasal dari Allah dalam artian
                Sbahwa mereka adalah makhluk ciptaan-Nya dan hidup mereka ini bergantung kepada-Nya.
                Allah adalah Bapa dari semua orang dan bahwa manusia adalah saling bersaudara berdasarkan
                fakta bahwa semua orang diciptakan oleh Allah.

                Karena Allah adalah Pencipta manusia, maka Ia pasti lebih besar daripada manusia. Oleh sebab
                itu, menyamakan Allah dengan ‘sesuatu yang dibuat’ atau ‘yang dibayangkan’ oleh manusia

                kemudian  ‘diserupakan’ dalam  bentuk patung atau  benda berhala lainnya adalah kebodohan
                yang paling hebat.


                Oleh karena itu, jika kita mencoba memperbaiki keadaan buruk yang kita alami dengan mereka-
                rekakan yang membuat suasana hati menjadi baik dengan kegiatan-kegiatan di luar Tuhan,
                semuanya akan menjadi sia-sia. Banyak yang menjadikan minuman keras, club, tiktok, hedonisme,
                dan banyak lagi menjadi pelampiasan untuk "memperbaiki mood" yang sedang tidak bagus.


                Daripada mencari sesuatu yang bersifat sementara, yang kita perlukan hanya bertobat menyesali
                setiap dosa pelanggaran kita supaya Tuhan mengampuni dan memberikan kita damai sejahtera.
                Perlu diingat bahwa kita adalah keturunan Allah dan keadaan ilahi kita tidaklah sama dengan

                yang dibuat oleh manusia. Biarkan Tuhan yang terus mempengaruhi kita dalam segala keadaan!


                PERENUNGAN
                Bagaimana cara kita memperbaiki hati dan hidup kita? Apakah sudah dengan cara yang benar,
                atau justru semakin menyimpang dari kehendak Allah?
                Mari bertobat dan membiarkan Tuhan mengambil kendali atas hidup kita!


                DOA
                “Tuhan, ampuni apabila kami mencari cara yang salah untuk memperbaiki hati dan hidup kami.

                Kami mau supaya Tuhan kendalikan hidup kami sesuai yang Tuhan mau. Dalam nama Yesus,
                amin.”


                (Rosi)                                                                                                                                        SENIN





                                                                                                                                                              SENIN




















                                                                                                                                                               26 SEPTEMBER 202
                                                                                                                                                               2
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33