Page 23 - Renungan El Bethel - September 2022
P. 23

Y
                                                        N
                                   I
                                     H
                                                  A
                                                              G
                                                                             E
                        A
                                                                     M
                                                                                              UB
                                                                                                          A
                                                                                   N
                                                                                         G
                                                                                                                H
                                                                                                                                  N
                              S
                                                                                                                      K
                                                                                                                            A
                  K
                  KASIH YANG MENGUBAHKAN
                  Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab
                  hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”
                  Lukas 19:5
                  Bacaan: Lukas 19:1-10
                          ata
                          ata kasih tidaklah asing untuk orang Kristen. Dari sejak kita sekolah minggu sampai kita
                          dewasa akan selalu kita dengar dari mimbar gereja mengajarkan tentang kasih. Bisa dibilang
                 Korang Kristen itu identik dengan yang namanya kasih. Tapi pertanyaannya, sudahkah kita
                  mengenal dan mengalami kasih itu dengan benar?
                  Nama Zakheus dalam bahasa aslinya itu berarti tulus, bersih, suci tapi  kehidupannya bertolak
                  belakang. Zakheus  adalah seorang pemungut cukai yang dibenci karena rakus, cinta uang,
                  dan bekerja di bawah pemerintah Romawi untuk menindas bangsanya sendiri. Sewaktu dia
                  mendengar Yesus melewati Yerikho, dia ingin sekali melihat Yesus. Keinginannya bisa saja muncul
                  karena sebelumnya Zakheus pernah mendengar berita-berita yang menghebohkan tentang apa

                  yang dilakukan Yesus. Dengan penasaran, Zakheus rela memanjat pohon ara. Dan yang terjadi
                  adalah dari sekian banyak orang disana, Yesus memilih memperhatikan Zakheus (ayat 5). Ini
                  membuktikan Yesus rela datang untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang. Itu bukan
                  hasil usaha kita, Ia sendiri yang berinisiatif datang ke dunia dan lahir di tempat yang hina. Seperti
                  yang dikatakan dalam Yohanes 15:16 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang  memilih
                  kamu.”
                  Seorang pemungut cukai pun bersukacita mengetahui Yesus yang sedang dielu-elukan banyak
                  orang itu memilih untuk singgah ke rumahnya, meski banyak orang akhirnya mencibir hal itu.
                  Bahkan di tengah-tengah orang yang menggerutu, Yesus tetap menumpang di rumah Zakheus
                  dan tidak diceritakan bahwa Yesus mengkotbahi Zakheus supaya dia bertobat. Hal yang dilakukan
                  Yesus hanya makan bersama, menerimanya tanpa menghakimi. Kasih Yesus yang sederhana itu

                  justru membawa perubahan yang besar dalam kehidupan Zakheus (ayat 8). Inilah bukti kasih itu
                  bisa mengubahkan.
                  Dalam hidup kita, Yesus datang menawarkan kasih dan penerimaan. Tanpa penghakiman, Yesus
                  memberikan penerimaan, pengampunan, dan kasih-Nya. Itulah Injil, yaitu Yesus ditolak supaya
                  kita diterima, Yesus dibenci supaya kita dikasihi, Yesus dihukum supaya kita diampuni dan Yesus
                  mati supaya kita beroleh hidup. Kasih itulah pribadi Allah itu sendiri. Ketika kita berjumpa dengan
                  pribadi-Nya kita menemukan dan hidup dalam kasih.
                  Dan pada akhir cerita dikatakan “ keselamatan telah terjadi kepada rumah ini karena orang inipun
                  anak Abraham “. Ini membuktikan bahwa keselamatan tidak hanya ada di dalam bait Allah, di

                  tempat persekutuan. Tapi ada di tempat dimana Yesus berada. Dimana ada Yesus, disitu ada kasih
                  yang mengubahkan dan menyelamatkan. Jadi asalkan kita hadirkan Yesus di rumah kita, sekolah,
                  atau tempat kerja kita maka disana ada kasih yang mengubahkan dan menyelamatkan.


                  PERENUNGAN                                                                                                                                   RABU
                  1.     Sudahkah kita berjumpa dengan pribadi kasih yang adalah Yesus itu sendiri?
                  2.     Sudahkah kita membawa pribadi Yesus itu di rumah, sekolah, atau pun  tempat kerja kita?
                                                                                                                                                               RABU

                  DOA
                  Tuhan kami bersyukur dan berterimakasih untuk setiap kasih yang boleh kami alami. Kau yang
                  menerima kami, memulihkan kami, dan melayakkan kami untuk menjadi anak – anak Mu. Mulai

                  hari ini kami mau selalu mengalami dan tinggal dalam kasih Mu. Tinggallah di hati kami Tuhan,                                                   21 DESEMBER 20212
                  biar dimana pun kami berada biar ada kasih dan hadirat Tuhan yang mengalir disana. Di dalam                                                   21 SEPTEMBER 20
                  nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”


                  (Mentari)                                                                                                                                     2
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28