Page 62 - Matematika SMA XII (Deep Learning)
P. 62

3.  Matriks kolom hanya mempunyai satu kolom. Secara umum, A = [a ]        adalah matriks kolom
                                                                                       ij m × 1
                     berordo m × 1.
                 4.  Matriks baris hanya memiliki satu baris. Secara umum, A = [a ]   adalah matriks baris dengan
                                                                                 ij 1 × n
                     ordo 1 × n.
                 5.  Matriks m × n dikatakan matriks persegi jika m = n yang dikenal sebagai matriks persegi dengan
                     ordo m. Secara umum, A = [a ]      adalah matriks persegi dengan ordo m.
                                                  ij m × n
                 6.  Matriks  yang banyak barisnya tidak  sama dengan  banyaknya kolom dinamakan matriks  persegi
                     panjang. Secara umum, A = [a ]     adalah matriks persegi panjang dengan ordo m × n.
                                                  ij m × n
                 7.  Matriks segitiga merupakan suatu matriks persegi berordo m × m dengan semua elemen matriks
                     di bawah atau di atas diagonal utama bernilai nol.
                 8.  Matriks persegi A = [a ]    dikatakan matriks diagonal jika semua elemen matriks yang bukan
                                           ij m × m
                     diagonal utama adalah nol. Oleh karena itu, matriks A = [a ]   dikatakan matriks diagonal jika
                                                                              ij m × m
                     a  = 0 dan i ≠ j.
                      ij
                 9.  Matriks diagonal dikatakan matriks skalar jika setiap anggota diagonal utama memiliki nilai yang
                     sama.
                 10.  Matriks diagonal yang seluruh elemen diagonal utamanya adalah 1 dinamakan matriks identitas.
                 11.  Sebuah matriks dikatakan matriks nol jika seluruh anggota matriks tersebut adalah nol.
                 12.  Dua matriks A = B dikatakan sama jika kedua matriks memiliki  ordo  yang sama dan  elemen
                     yang bersesuaian memiliki nilai yang sama.
                 13.  Jika A dan B adalah dua matriks yang sama-sama memiliki ordo m × n, maka penjumlahan matriks
                     A dan matriks  B  atau  A +  B  akan menghasilkan matriks  berordo  m  ×  n  juga. Elemen-elemen
                     matriks tersebut merupakan hasil penjumlahan elemen-elemen yang seletak dengan matriks A dan
                     matriks B.
                 14.  Jika  A  dan  B adalah  dua  matriks yang sama-sama memiliki ordo  m  ×  n,  maka  A  −  B  akan
                     menghasilkan matriks yang berordo  m  ×  n juga. Elemen matriks tersebut merupakan hasil
                     pengurangan elemen-elemen yang seletak pada matriks A dan matriks B.
                 15.  Perkalian skalar k dengan matriks m × n adalah perkalian yang mengalikan setiap elemen matriks
                     dengan skalar k. Ordo matriks yang dihasilkan sama dengan matriks asli, yaitu m × n.

                             a    11  a 12  a      ka 11  ka 12  ka
                                                            13
                                        13

                     kA   k a 21  a 22  a 23           ka 21  k ka 22  ka 23



                             a
                                                            33

                              31  a 32  a        ka 31  ka 32  ka
                                        33
                 16.  Elemen a  dari perkalian matriks A dan matriks B atau AB adalah jumlah perkalian elemen pada
                              ij
                     baris ke-i matriks A yang bersesuaian dengan elemen kolom ke-j matriks B.
                      a    11  a     b 11  b      ab   ab  ab    a b
                                                           11 12
                                             11 11
                                                    12 21
                            12
                                                                  1 12 22
                                      12
                                               ab         ab
                                                                  22 22
                       a 21  a 22     b 21  b 22       21 11  ab  21 12  ab
                                                    22 21
                 17.  Nilai dari determinan  ordo  2 ×  2 dapat ditentukan dengan menghitung  selisih  dari  perkalian
                     kedua diagonalnya.
                                 a      b  ab


                     det A   det                 ad bc

                                  c  d    cd
             48         Matematika Kelas XII
   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67