Page 28 - Pendidikan Pancasila SMA Kelas XI
P. 28

Wawasan Kewarganegaraan


                                                           Konstituante

                 Dasar hukum pembentukan Konstituante adalah Pasal   Mangkusasmito dari Partai Masyumi, Johannes Leimena
                 134 UUD Sementara 1950, yang berbunyi, Konstituante   dari Partai Kristen Indonesia (Parkindo), Fathurrahman
                 (Sidang Pembuat Undang-Undang Dasar) bersama-sama   Kafrawi dari Nahdlatul Ulama (NU), Sakirman dari Partai
                 dengan Pemerintah selekas-lekasnya menetapkan Undang-  Komunis Indonesia (PKI), dan Ratu Aminah Hidayat dari
                 Undang Dasar Republik Indonesia yang akan menggantikan   Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI).
                 Undang-Undang Dasar Sementara ini. Pemilu 1955 pada   Sampai tahun 1959, Konstituante belum berhasil
                 masa Kabinet Burhanuddin Harahap dilaksanakan dengan   membentuk UUD baru. Pada saat bersamaan, Presiden
                 pemungutan suara dilakukan dua kali, yaitu untuk memilih   Sukarno menyampaikan konsepsinya tentang Demokrasi
                 anggota DPR pada tanggal 29 September 1955 dan untuk   Terpimpin. Sejak saat itu, diadakanlah pemungutan suara
                 memilih anggota Dewan Konstituante pada tanggal 15 De-  untuk menentukan Indonesia kembali ke UUD NRI Tahun
                 sember 1955.                                     1945. Dari ketiga pemungutan suara yang dilakukan,
                     Konstituante bersidang di Bandung antara bulan   sebenarnya mayoritas anggota menginginkan kembali ke
                 November 1956 hingga 5 Juli 1959. Terdapat tiga blok   UUD NRI Tahun 1945, tetapi terbentur dengan jumlah yang
                 utama dari partai-partai dan golongan yang memiliki   tidak mencapai 2/3 suara keseluruhan. Setelah pemungutan
                 perwakilan di Konstituante, yaitu Blok Pancasila (274   suara ketiga, serempak para fraksi memutuskan tidak akan
                 kursi atau 53,3%), Blok Islam (230 kursi atau 44,8%),   lagi mengikuti Sidang Konstituante setelah reses 3 Juli 1959.
                 dan Blok Sosio-Ekonomi (10 kursi atau 2%). Konstituante   Keadaan gawat inilah yang menyebabkan Presiden Sukarno
                 dipimpin oleh Wilopo dari Partai Nasional Indonesia (PNI)   mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang mengakhiri
                 sebagai ketua, adapun wakil ketua antara lain Prawoto   keberadaan Konstituante.




                                                   Selanjutnya, rumusan lengkap sila-sila Pancasila diperkuat dalam
                     Smart Learning            Instruksi Presiden RI Nomor 12  Tahun  1968 tanggal 13  April 1968

                                               tentang  Tata Urutan dan Rumusan dalam Penulisan/Pembacaan/
                                               Pengucapan Sila-Sila Pancasila sebagaimana tercantum dalam Pembukaan
                 Pindai QR Code berikut.
                                               UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Rumusan tersebut adalah
                                               sebagai berikut.
                                               a.  Ketuhanan Yang Maha Esa
                                               b.  Kemanusiaan yang adil dan beradab
                                               c.  Persatuan Indonesia
                                               d.  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam per-
                     Sumber: https://bit.ly/3SSdC2f
                   Sumber asli: https://bit.ly/3PLrWFV  mus yawaratan/perwakilan
                 Catatlah hal-hal penting apa saja   e.  Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
                 yang kalian dapat dan buatlah     Hal yang paling mendasar atau prinsip dari Pancasila bukanlah pada
                 kesimpulan.
                                               urutan dan susunan redaksinya, melainkan pada kandungan nilai sila-sila
                                               Pancasila.

                                                   Setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959, kehidupan politik mulai tenang.
                                               Akan tetapi, dalam perkembangannya kemudian terjadi penyimpangan
                                               terhadap UUD NRI Tahun 1945. Pancasila sebagai dasar dan ideologi
                                               negara  mengalami  ancaman  dari  ideologi  komunis  yang  diusung  oleh
                                               PKI dan organisasi di bawahnya. Tindakan dan penyebarluasan ideologi
                                               komunis yang dilakukan oleh PKI telah menimbulkan respons dari
                                               kelompok antikomunis. Tindakan tersebut juga mempertinggi persaingan
                                               antara elit politik nasional.



               14          Pendidikan Pancasila Kelas XI
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33