Page 30 - Pendidikan Pancasila SMA Kelas XI
P. 30
Akhirnya, aksi pembunuhan keji terhadap para
jenderal tersebut dapat terungkap. PKI dibubarkan
dengan Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966
tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia,
Pernyataan sebagai Organisasi Terlarang di Seluruh
Wilayah Negara Republik Indonesia bagi Partai
Komunis Indonesia dan Larangan Setiap Kegiatan
untuk Menyebarkan atau Mengembangkan Paham atau
Ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme. Ketetapan MPR
tersebut masih berlaku sampai sekarang.
Kemudian, tanggal 1 Oktober ditetapkan oleh
Presiden Soeharto sebagai Hari Kesaktian Pancasila
Sumber: https://bit.ly/3tnwrgz
Gambar 1.10 Monumen Pancasila Sakti berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 153
Tahun 1967 dan Lubang Buaya dijadikan sebagai
Monumen Pancasila Sakti untuk mengingat perjuangan para Pahlawan
Revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi Pancasila dari
ancaman ideologi komunis.
Wawasan Kewarganegaraan
Gerakan 30 September dimulai ketika sekelompok Dari tujuh target, pasukan pimpinan Letnan Kolonel
gabungan pasukan pimpinan Letnan Kolonel Untung Untung hanya berhasil mendapatkan enam. Satu target,
memanggil paksa para jenderal TNI Angkatan Darat. Para yaitu Menteri Koordinator Pertahanan dan Keamanan/
tokoh jenderal TNI Angkatan Darat yang diculik ini menurut Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal TNI A.H. Nasution
Partai Komunis Indonesia adalah tokoh-tokoh yang berhasil meloloskan diri. Namun, ajudannya, yaitu Letnan
termasuk ke dalam Dewan Jenderal yang akan merebut Satu TNI Piere Tendean dibawa oleh pasukan Letnan Kolonel
kekuasaan pemerintah yang sah dari Presiden Sukarno. Untung dan putri Jenderal TNI A.H. Nasution tertembak dan
Pada tanggal 1 Oktober 1965 dini hari, semua pasukan meninggal dunia. Dalam peristiwa itu, gugur pula Aipda
ini mulai bergerak menuju kediaman beberapa petinggi Karel Satsuit Tubun, pengawal Wakil Perdana Menteri II,
Angkatan Darat, yaitu sebagai berikut. Dr. J. Leimena yang rumahnya berdekatan dengan rumah
1. Menteri/Panglima Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Jenderal TNI A.H. Nasution.
Ahmad Yani Para jenderal ini kemudian dibawa menuju ke Lubang
2. Deputi II/Panglima Angkatan Darat Mayor Jenderal TNI Buaya yang dijadikan Markas Komando Gerakan 30 Septem-
Suprapto ber 1965. Di Lubang Buaya, tiga orang jenderal yang masih
3. Asisten I/Panglima Angkatan Darat Mayor Jenderal TNI hidup kemudian dibunuh. Enam jenazah perwira tinggi TNI
S. Parman Angkatan Darat tersebut bersama dengan jenazah Letnan
4. Deputi III Menteri/Panglima Angkatan Darat Mayor Satu Piere Tendean oleh para pembunuh dimasukkan ke
dalam sumur tua untuk menghilangkan jejak. Daerah ini
Jenderal TNI M.T. Haryono sebelumnya merupakan perkebunan karet yang berbatasan
5. Oditur Jenderal Militer/Inspektur Kehakiman Angkatan dengan Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma. Sumur
Darat Brigadir Jenderal TNI Sutoyo ini berhasil ditemukan pada tanggal 3 Oktober 1965 ber-
6. Asisten II/Panglima Angkatan Darat Brigadir Jenderal kat informasi dari seorang polisi bernama Sukitman yang
TNI D.I. Panjaitan ikut diculik dan dibawa ke Lubang Buaya, namun berhasil
7. Menteri Koordinator Pertahanan dan Keamanan/ melarikan diri. Sumur kemudian digali dan jenazah ketujuh
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal TNI A.H. anggota TNI Angkatan Darat tersebut ditemukan untuk
Nasution. kemudian diangkat dan dimakamkan di Taman Makam
Pahlawan Kalibata.
16 Pendidikan Pancasila Kelas XI