Page 33 - PENGANTAR PEMAHAMAN KONSEPSI DASAR SEKITAR HAKI
P. 33
Bab 2 Beberapa Prinsip Penting dalam Pengelolaan Haki 67
Dengan pengaturan tersebut, negara menentukan kapan
dan bagaimana hak dapat diperoleh. Melalui pemberian hak,
negara mewujudkan pengakuan, penghormatan dan sekaligus
perlindungan terhadap jerih payah dan karya intelektual yang
dihasilkan. Pada saat yang sama, melalui pengaturan itu pula
negara berupaya membangun budaya pengakuan dan peng
hormatan terhadap jerih payah dan keahlian, berikut karyakarya
intelektual tersebut. Negara mewujudkan ketertiban dalam pero
lehan, pemilikan, pemanfaatan, pengalihannya ataupun tatacara
penyelesaian perselisihan yang timbul. Dalam bahasa popular,
negara berupaya membangun nilainilai profesionalisme dan
produktivitas dalam kehidupan warganya. Negara mengatur
kapan dan dalam hal apa karya intelektual dapat atau tidak dapat
diberi perlindungan, dan kapan serta atas syarat apa pula hak
atas jerih payah intelektual tadi dapat atau tidak dapat diberikan.
Dengan pemahaman tentang halhal diatas, diperoleh keje
lasan mengapa mesti negara yang memberi atau tidak memberi
hak. Untuk efektivitas sistem itu pula negara menentukan bahwa
pengakuan dan perlindungan hak memang harus diminta, dan
negara yang memberi hak. Singkatnya, hak memang harus
diminta, dan negara yang memberi. Melalui kewenangan penga
turan yang dimilikinya, negara mewujudkan sistem nasional bagi
perlindungan HAKI.
Namun demikian satu hal baik dicatat dalam pemahaman ini.
Berbeda dari jenisjenis HAKI lainnya, pemberian hak oleh negara
dalam soal Hak Cipta memiliki karakter yang berbeda. Dalam hal
Hak Cipta, hak yang diberikan lebih bersifat meneguhkan. Hak
yang diberikan, lebih berfungsi sebagai alat bukti pemilikan suatu
karya cipta. Tidak banyak literatur yang menjelaskan mengapa
demikian. Latar belakang sejarah, utamanya yang berkaitan
dengan tingkat pemahaman dan kondisi dimasa awal pembu

