Page 27 - Fikih MTs Kelas IX
P. 27

1)  Hewan yang akan disembelih harus diistirahatkan agar tidak stres. Stres pada hewan
                          dapat mempengaruhi kualitas daging yang dihasilkan.
                      2)  Menyiapkan terlebih dahulu lubang penampungan darah.
                      3)  Menyiapkan  peralatan  yang  akan  digunakan  untuk  menyembelih. Salah  satu  adab
                          dalam penyembelihan yaitu tidak memperlihatkan pisau yang akan digunakan untuk
                          menyembelih kepada hewan tersebut.
                      4)  Hewan yang disembelih dibaringkan menghadap kiblat, posisi lambung kiri berada di
                          bawah.
                      5)  Leher hewan yang akan disembelih diletakkan di atas lubang penampungan darah yang
                          sudah disiapkan.
                      6)  Kaki hewan yang akan disembelih dipegang kuat-kuat atau diikat, kepalanya ditekan ke
                          bawah agar tanduknya menancap ke tanah.
                      7)  Mengucapkan bismillāhir-raḥmānir-raḥīm, kemudian alat penyembelihan digoreskan
                          pada leher hewan yang akan disembelih sehingga memutuskan jalan makan, minum,
                          napas, serta urat nadi kanan dan kiri pada leher hewan. Pisau yang digunakan juga
                          harus dipastikan tajam agar tidak menyiksa hewan ketika disembelih.
                      8)  Pemisahan anggota tubuh hewan dilakukan setelah hewan benar-benar mati dan darah
                          sudah keluar seluruhnya.






















                            Sumber: https://bit.ly/3talcLt
                            Gambar 1.2 Penyembelihan hewan secara tradisional

                      b.  Menyembelih Hewan secara Mekanis
                      Penyembelihan hewan dengan alat atau mekanis dibolehkan dan halal dagingnya, asalkan
                      memenuhi persyaratan dalam penyembelihan secara syariat Islam. Penyembelihan mekanis
                      harus meringankan sakit pada hewan yang akan disembelih. Hewan yang akan dikonsumsi,
                      disembelih dengan cara memutus saluran pencernaan, pernapasan, dan pembuluh darah nadi.
                          Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 12 Tahun
                      2009 tentang Standar Sertifikasi Penyembelihan Halal. MUI memperbolehkan  stunning
                      (pemingsanan) pada hewan dengan cara melemahkan hewan melalui pemingsanan agar
                      tidak banyak bergerak pada saat penyembelihan.




                                                                  Bab I Ketentuan Kurban dan Akikah  7 7
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32