Page 25 - Sejarah Kebudayaan Islam MA Kelas XII
P. 25

M.C. Ricklefs dalam bukunya yang berjudul Sejarah Indonesia Modern (2008), men-
                      jelaskan bahwa Islamisasi merupakan suatu proses yang sangat penting dalam sejarah Islam
                      di Indonesia, sekaligus juga sesuatu yang tidak jelas. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa
                      ketidakjelasan tersebut terletak pada sejarah kapan Islam ada di Indonesia dan siapa yang
                      menyebarkan Islam pertama kali? Beberapa pertanyaan itulah yang selalu menjadi polemik
                      di antara ahli sejarah. Sampai saat ini, setidaknya terdapat empat teori yang mencoba
                      mengungkap bagaimana proses masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara.

                      1.  Teori India

                      Teori ini menyatakan Islam datang ke Nusantara bukan langsung
                      dari Arab melainkan melalui India pada abad ke-13. Dalam
                      teori ini disebut lima tempat asal Islam di India, yaitu Gujarat,
                      Cambay,  Malabar,  Coromandel,  dan  Bengal  (Hasbullah,
                      2001: 9). Tokoh di balik teori ini adalah J. Pijnapel, seorang
                      sarjana yang berasal dari Universitas Leiden, Belanda.
                          J. Pijnapel berpendapat bahwa Islam yang ada di
                      Nusantara bukan berasal dari Arab atau Persia secara
                      langsung, tetapi berasal dari India terutama bagian
                      pantai sebelah barat (Gujarat dan Malabar). Ia berang-
                      gapan bahwa sebelum Islam sampai di Nusantara,
                      sekelompok orang yang bermazhab Syafii berimigrasi   Sumber:  Ensiklopedia Jakarta, 2005
                      dan menetap terlebih dahulu di wilayah India. Baru ke-  Gambar 1.2 Pedagang Gujarat datang
                      mudian Islam disebarkan ke Nusantara.              ke Nusantara
                          Peneliti  lain  yaitu  Christian  Snouck  Hurgronje, mencoba mengkritisi pernyataan
                      Pijnapel tersebut. Snouck mengatakan Islam yang tersebar di Hindia Belanda (Nusantara)
                      berasal  dari  wilayah  Malabar  dan  Coromandel  (kota-kota  pelabuhan  di  India  Selatan).
                      Setelah Islam dirasa sudah mengakar kuat di wilayah tersebut, penduduk yang berasal
                      dari daerah Daccan (sebuah daerah dataran tinggi di India Selatan) yang biasanya menjadi
                      perantara dagang antara negeri-negeri Islam, mencoba menjadi penghubung antara
                      kelompok muslim tersebut dengan penduduk Indonesia.
                          Selanjutnya, orang-orang dari  Daccan dalam  jumlah  besar menetap di kota-kota
                      pelabuhan di wilayah kepulauan Nusantara dengan misi menyemaikan benih-benih Islam
                      yang mereka bawa. Barulah kemudian, orang-orang Arab yang kebanyakan keturunan
                      Nabi Muhammad saw. (karena bergelar sayyid atau syarīf) datang dan melanjutkan dakwah
                      Islamnya di Nusantara. Terdapat beberapa alasan yang mendasari pendapat Snouck tersebut,
                      antara lain sebagai berikut.
                      a.  Terdapat persamaan paham fikih Imam Syafii antara Nusantara dan India (Malabar).
                      b.  Terdapat pengaruh Syiah yang masih meninggalkan bekasnya di Nusantara.
                      c.  Abad ke-12 merupakan abad yang paling memungkinkan sebagai awal berkembangnya
                          Islam di Nusantara.





                                                              Bab I  Sejarah Masuknya Islam di Nusantara  5
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30