Page 30 - Sejarah Kebudayaan Islam MA Kelas XII
P. 30

Namun, di antara banyaknya teori tentang masuknya Islam ke Nusantara, semua
                   peneliti dan sejarah sepakat bahwa Islam masuk  ke Nusantara dilakukan melalui jalan
                   damai dan alami. Dalam artian tidak ada misi khusus, seperti yang dilakukan oleh pihak lain
                   yang dikenal dengan nama Misi 3 G (Gold, Glory, dan Gospel). Adapun penyebaran Islam di
                   Indonesia terbagi atas tiga gelombang.
                   a.  Gelombang pertama disebarkan oleh para pedagang muslim dengan suasana damai,
                       tanpa target dan tidak ada tendensi apa pun selain menunaikan kewajiban berdakwah
                       dan menunaikan kewajiban tersebut tanpa pamrih.
                   b.  Gelombang kedua dilaksanakan oleh para guru agama (dai) dan para pengembara sufi
                       (Wali Sanga) melalui tarbiyah (pendidikan agama) dan lembaga pendidikan (pondok
                       pesantren).
                   c.  Gelombang ketiga disebarkan dengan kekuatan politik. Hal ini dilakukan ketika Islam
                       sudah mulai diterima oleh kalangan elit pemerintahan dan para tokoh Islam sudah ada
                       yang menjadi bangsawan baik melalui jalur keturunan ataupun perkawinan.
                       Kehadiran Islam di tengah masyarakat pada saat itu, tidak saja menjadi sebuah sistem
                   keagamaan yang bersifat sakral. Akan tetapi, juga menjadi kekuatan alternatif yang bisa
                   menjawab tantangan dan permasalahan sosial masyarakat. Oleh karena itu, Islam dapat
                   cepat menyebar dan diterima oleh masyarakat. Setidaknya ada tiga hal yang menjadi faktor
                   utama dalam proses penyebaran Islam, antara lain sebagai berikut.
                   a.  Ajaran Islam yang menekankan prinsip ketauhidan dalam sistem ketuhanannya.
                       Konsekuensi dari hal ini adalah setiap pemeluknya terbebas dari kekuatan asing
                       selain Tuhan dan hanya bertanggung jawab kepada Tuhan yang Esa. Dalam Islam juga
                       diajarkan bahwa setiap manusia sama di hadapan Tuhan, yang membedakan hanya
                       amal perbuatannya. Hal ini sangat melegakan di tengah gencarnya sistem kasta yang
                       berlaku di tengah-tengah masyarakat pada saat itu.
                   b.  Islam hadir dalam kondisi masyarakat yang sudah sangat kuat memegang tradisi
                       nenek moyang. Metode dakwah yang digunakan oleh para dai dan golongan sufi yang
                       menggunakan pendekatan sosial dan mengutamakan ajaran islam yang raḥmatal lil-
                       ‘ālamīn berhasil membuat wajah Islam yang tidak brutal dan diterima hampir di semua
                       kalangan.
                   c.  Ajaran Islam dipandang oleh masyarakat sebagai salah satu alat yang tepat untuk me-
                       lawan hegemoni kolonialisme bangsa Eropa yang datang ke wilayah Indonesia.


                      Kilas Bahasa

                     Kata Nusantara berasal dari kata ‘nusa’ artinya pulau dan ‘antara’ artinya di antara atau sekitar.
                     Kata Nusantara pertama kali digunakan pada pemerintahan Kerajaan Singasari. Kata Nusantara
                     juga ditemukan dalam  buku  Nagarakertagama karangan  Empu Prapanca yang ditulis  pada
                     masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit. Sedangkan menurut KBBI,
                     Nusantara adalah sebutan atau nama bagi seluruh wilayah kepulauan Indonesia.






                      10   Sejarah Kebudayaan Islam MA Kelas XII
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35