Page 28 - Sejarah Kebudayaan Islam MA Kelas XII
P. 28
Peneliti lain, seperti Taufik Abdullah berusaha mengompromikan teori-teori yang
ada. Taufik menyatakan bahwa memang benar Islam sudah datang ke Indonesia sejak abad
1 H atau abad ke-7 atau ke-8 M, akan tetapi Islam pada waktu itu baru dianut oleh para
pedagang Timur Tengah di pelabuhan-pelabuhan. Islam baru masuk secara besar-besaran
dan mempunyai kekuatan politik pada abad ke-13 M, hal ini ditandai dengan berdirinya
Kerajaan Samudera Pasai. Pernyataannya diperkuat dengan adanya peristiwa kehancuran
Baghdad sebagai ibu kota Abbasiyah oleh Hulagu Khan pada abad 1258 M. Kehancuran ini
menyebabkan pedagang muslim mengalihkan aktivitas perdagangan ke arah Asia Selatan,
Asia Timur, dan Asia Tenggara.
Uka Tjandrasasmita, pakar Sejarah dan Arkeolog Islam, juga berpendapat bahwa Islam
datang ke Indonesia pada abad ke-7 atau ke-8 Masehi. Pada abad-abad ini, dimungkinkan
orang-orang Islam dari Arab, Persia, dan India sudah banyak yang berhubungan dengan
orang-orang di Asia Tenggara dan Asia Timur. Kemajuan perhubungan dan pelayaran pada
abad-abad tersebut sangat mungkin sebagai akibat persaingan di antara kerajaan-kerajaan
besar ketika itu, yakni Daulah Umayyah di Asia Barat, Kerajaan Sriwijaya di Asia Tenggara,
dan kekuasaan Cina di bawah Dinasti Tang di Asia Timur.
3. Teori Persia
Tokoh pendukung teori ini adalah P.A. Hoesein Djajadiningrat. Ia mengemukakan bahwa
Islam yang ada di Nusantara berasal dari wilayah Persia, bukan dari India atau Arab.
Berdasarkan analisis sosio-kultural, terdapat titik-titik kesamaan antara yang berlaku dan
berkembang di kalangan masyarakat Islam Indonesia dengan di Persia.
Misalnya, perayaan Tabut di beberapa tempat di wilayah Nusantara, dan berkem-
bangnya ajaran Syekh Siti Jenar di beberapa kalangan mempunyai kesamaan dengan
ajaran Sufi al-Hallaj dari Iran Persia. Dengan kata lain, ia mendasarkan analisisnya pada
pengaruh sufisme Persia terhadap beberapa ajaran mistik Islam (sufisme) Nusantara.
Ajaran Manunggaling Kawula Gusti Syekh Siti Jenar merupakan pengaruh dari ajaran
Wahdatul Wujud al-Hallaj dari Persia. Akan tetapi, Hamka menolak teori ini dengan
alasan Islam masuk abad ke-7 M dan bertepatan dengan berkuasanya Daulah Umayyah
(Arab), sedangkan pada saat itu, Persia belum menduduki kepemimpinan dunia Islam.
Selain itu, masuknya Islam dalam suatu wilayah juga identik dengan langsung berdirinya
sebuah kekuasaan politik Islam.
Khazanah
Koin Umayyah
Koin Umayyah adalah koin yang dikeluarkan oleh Daulah Umayyah, yang berkuasa di Jazirah
Arab dan sekitarnya dari tahun 661–750 M. Koin-koin ini terbuat dari emas, perak, atau
tembaga, dan biasanya bergambar lambang-lambang Islam, seperti kalimat tauhid, nama
khalifah, dan tahun pengeluaran. Penemuan koin Umayyah di Nusantara telah menjadi salah
8 Sejarah Kebudayaan Islam MA Kelas XII