Page 29 - Sejarah Kebudayaan Islam MA Kelas XII
P. 29

satu  bukti  penting  dalam  kajian  sejarah  masuknya  Islam  ke  Nusantara.  Koin-koin  ini  telah
                        ditemukan di  berbagai wilayah di  Nusantara,  mulai  dari Sumatra,  Jawa,  hingga Sulawesi.
                        Temuan koin-koin ini menunjukkan bahwa Islam telah masuk ke Nusantara pada abad ke-7
                        atau ke-8 M, yaitu pada masa Daulah Umayyah.
                            Ada beberapa teori yang menjelaskan bagaimana  koin-koin  Umayyah bisa  sampai  ke
                        Nusantara. Salah satu teori menyebutkan bahwa koin-koin tersebut dibawa oleh para pedagang
                        Arab  yang melakukan  perdagangan  dengan  Nusantara.  Teori lainnya menyebutkan  bahwa
                        koin-koin tersebut dibawa oleh para penyebar Islam yang datang ke Nusantara. Terlepas dari
                        bagaimana koin-koin tersebut bisa sampai ke Nusantara, temuan koin-koin ini menunjukkan
                        bahwa Islam telah masuk ke Nusantara pada masa yang sangat awal. Hal ini menunjukkan
                        bahwa penyebaran Islam di Nusantara telah terjadi jauh sebelum abad ke-13 M, yaitu masa
                        yang sering disebut sebagai masa Wali Sanga.




                      4.  Teori Cina
                      Etnis  Cina  muslim  memiliki  peran  besar  dalam  proses  penyebaran  agama  Islam  di
                      Nusantara. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pada teori Arab, hubungan Arab
                      muslim dan Cina telah terjadi pada abad pertama Hijriah. Dengan demikian, Islam datang
                      dari arah barat ke Nusantara dan ke Cina berbarengan dalam satu jalur perdagangan.




















                                      Sumber: https://bit.ly/4ddYB1U
                                      Gambar 1.4 Laksamana Cheng Ho adalah salah satu tokoh
                                      penting dalam penyebaran Islam di Nusantara
                          Besarnya pengaruh Cina dengan kebudayaan Islam di Indonesia membuat H.J. de Graaf
                      melakukan  penyuntingan  dari  beberapa  literatul  Jawa  klasik  (catatan  Tahunan  Melayu).
                      Dari  tulisan-tulisan  tersebut  ditemukan  bahwa  Sunan  Ampel  (Raden  Rahmat/Bong  Swi
                      Hoo) dan Raja Demak (Raden Patah/Jin Bun) merupakan keturunan Cina. Pandangan ini
                      juga didukung oleh seorang sejarawan Indonesia, Slamet Mulyana, dalam bukunya yang
                      kontroversial, yaitu Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam
                      di Nusantara.







                                                              Bab I  Sejarah Masuknya Islam di Nusantara  9
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34