Page 96 - Buku Menyikapi Wajah Minangkabau
P. 96
Mereka bermohon kepada Lembaga Adat disana agar
diterima menjadi kaum dan Panghulu baru. Permintaan
dikabulkan, maka bertambahlah bilangan Panghulu di nagari
itu. Kalau yang datang itu perorangan dan bermohon kepada
suatu kaum untuk diterima menjadi kamanakan, itu
dinamakan Malakok atau Hinggok Mancakam Tabang
Manumpu.
11. Seperangkat Pakaian Panghulu
Pakaian Penghulu dirancang sedemikian rupa; gagah dan
indah, layaknya seorang Raja. Dia tak boleh dipakai oleh
sembarang orang apapun alasannya, kecuali untuk Marapulai
sebagai Raja sehari. Pada semua ragam pakaian itu tersimpan
petunjuk untuk pemakainya. Disitu sarat panduan tentang
tugas dan kewajiban seorang pemimpin Adat, tentang amanah
yang harus dipertanggungjawabkan kepada manusia dan
Tuhan.
Baju dan celana hendaklah warna hitam, lambang
ketabahan yang menjadi sifat dasar seorang Datuk Panghulu.
Seyogyanyalah beliau paham dengan ruang lingkup
kekuasaannya dalam mengayomi anak kamanakan. Adapun
pelengkap lainnya seperti Sisampiang, Salempang dan Cawek
dibuat dari bahan songket keemasan. Hanya Saluak yang
berbahan batik, ada pula Tongkat yang menjadi lambang
komando pegangan seorang Komandan. Demikian juga halnya
dengan penampilan Panghulu pemimpin Adat. Berikut ini
merupakan uraian adat dari pakaian lengkap seorang
Panghulu itu :
SALUAK (Destar)
Tikanak deta Saluak Timbo
Menyingkap Wajah 67
Minangkabau
Paparan Adat dan
Budaya