Page 13 - E-modul Anorganik Satu semester
P. 13
titik leleh, karena untuk mengatasi kekakuan struktur jaringan diperlukan banyak energi
pemutusan ikatan C-C.
Alotropi Karbon
Intan
Dalam intan tiap atom karbon dihubungkan secara tetrahedral (jadi dengan hibridisasi
3
sp ) terhadap empat atom karbon lain dengan panjang ikatan C-C = 1,54 Á, dan membentuk
jaringan kovalen berkelanjutan sebagaimana ditunjukkan oleh Gambar 1.1. Bentuk jaringan
demikian ini tidak memungkinkan atom karbon secara individual bergerak bebas, dan oleh
karena itu energi panas yang diterimanya akan diteruskan ke seluruh jaringan. Akibatnya,
intan bersifat konduktor panas yang sangat baik, kira-kira lima kali lebih baik daripada
tembaga. Untuk memutuskan ikatan kovalen dalam jaringan tetrahedron demikian ini
dibutuhkan energi panas yang sangat tinggi, sehingga intan mempunyai titik leleh ~ 4100°C.
Intan berupa padatan tak berwarna, jernih, paling keras dengan indeks kekerasan
tertinggi, sangat mudah patah menjadi berkeping-keping, dan tidak menghantar listrik. Jika
terdapat kotoran di dalamnya, intan dapat berwarna misalnya biru (hope diamond). Intan
banyak didapat tertanam dalam kanal-kanal batu
vulkanik. Pada proses penambangan, batu-batu ini
dipecah-pecah kemudian dialirkan dengair melalui
sabuk berjalan yang diberi vaselin agar bijih intan
dapat melekat untuk dipisahkan. Intan mempunyai
densitas ~ 3,5 g cm 1, jauh lebih besar daripada grafit
-1
(~ 2,2 g cm ).
Pemanfaatan intan yang utama berdasarkan
sifat kekerasannya, misalnya sebagai pelapis alat-alat Gambar 1.2 Struktur Intan
pemotong gelas dan baja; intan mempunyai indeks kekerasan tertinggi yaitu 10 menurut skala
Mohs, sedangkan talk mempunyai skala nol. Sebagai batu permata, karena sifat refleksinya,
intan sangat mahal. Batu permata buatan yang mirip intan misalnya zirkonia kubus (ZrO 2),
titanium dioksida (TiO 2), stronsium titanat (SrTiO 3), dan Yttrium Aluminium Garnet, YAG,
(Y 3Al 5O 12) yang agak cemerlang dan keras. TiO 2 dan SrTiO 3 lebih cemerlang tetapi lunak,
5

