Page 26 - E-modul Anorganik Satu semester
P. 26
A. SILIKON
Silkon membentuk 28% kerak bumi dalam jumlah berat, dan merupakan unsur
terbanyak kedua, setelah oksigen tidak ditemukan bebas di alam terdapat dalam bentuk
senyawa oksida silika SiO 2. dan mineral yang disebut silkat.
Kristal SIO 2 murni mudah kita jumpai yang dikenal dengan nama pasir atau kuarsa,
sedangkan Kristal SIO 2: yang tidak murni di antaranya adalah agata (akik), oniks, opal, batu
kecubung (ametis), dan flint. Granit, hornblende, asbestos, fellspar, tanah liat, mica, dsb
merupakan contoh beberapa mineral silikat.
Silikon seperti atom karbon, dapat membentuk empat ikatan kovalen tunggal dengan
2
2
menggunakan keempat elektronvalensi ns np dalam tiap atom nya, kedua-duanya
-1
mempunyai bentuk seperti intan; energi ikat masing-masing adalah Si-Si = 209 kJ mol , dan.
Dalam senyawanya, ikatan antar atom-atomnya tidak dapat membentuk rantai seefektif rantai
karbon.
Cara Pemurnian atau Isolasi Silikon
Silkon dapat dibuat dari silika dengan cara sebagai berikut:
SiO 2(s) + 2Mg(s) 2MgO(s) + Si(s)
Dalam bentuk kristalnya, silikon adalah abu-abu atau hitam
Unsur silkon dengan kemurnian ~ 98% dapat diperoleh dari reduksi pasir yang
mengandung sebagian besar SiO 2 dengan kokas (C) atau kalisum kabida (CaC 2) dalam
o
tungku listrik pada suhu ~3000 C menurut persamaan reaksi:
SiO 2(s) + 2C(s) Si(l) + 2CO(g)
18

