Page 49 - Buku Saku Pend. Ekonomi
P. 49

Pertemuan 4


                        Tenaga kerja mencakup kemampuan fisik dan kualitas manusia yang digunakan
                        dalam  proses  produksi  untuk  menghasilkan  barang  dan  jasa.  Berdasarkan
                        kualitasnya, tenaga kerja terbagi menjadi tenaga kerja terdidik, terampil, dan tidak
                        terdidik atau tidak terampil. Dalam konteks Indonesia, masalah ketenagakerjaan
                        masih kompleks, termasuk rendahnya kualitas SDM, upah yang tidak layak, dan
                        keterbukaan  struktural  serta  sektoral.  Permintaan  tenaga  kerja  dipengaruhi  oleh
                        tingkat  upah,  permintaan  produk,  dan  harga  barang  modal.  Untuk  menghadapi
                        tantangan globalisasi dan meningkatkan daya saing, pengembangan mental kerja
                        serta peningkatan kualitas SDM menjadi hal yang sangat penting.


                        Pertemuan 5

                        Pendidikan dan pelatihan merupakan upaya penting untuk mengembangkan sumber
                        daya  aparatur,  khususnya  dalam  meningkatkan  keterampilan  administrasi  dan
                        manajerial.  Terdapat  dua  jenis  pengembangan:  informal,  yang  dilakukan  secara
                        mandiri  oleh  karyawan,  dan  formal,  yang  dilakukan  melalui  pendidikan  atau
                        pelatihan yang diselenggarakan oleh perusahaan atau lembaga lain. Pengembangan
                        ini  bertujuan  untuk  meningkatkan  produktivitas,  efisiensi,  dan  kualitas  kerja
                        karyawan, serta mengurangi kerusakan, kecelakaan, dan pemborosan. Selain itu,
                        pengembangan juga meningkatkan moral, karir, kemampuan kepemimpinan, serta
                        memberikan  manfaat  bagi  konsumen  dan  perusahaan  melalui  peningkatan
                        pelayanan dan prestasi kerja.


                        Pertemuan 6


                        Proses  produksi  pendidikan  meliputi  input,  proses,  output,  dan  outcome.  Input
                        mencakup sumber daya yang diperlukan untuk pendidikan, seperti guru, buku, dan
                        fasilitas  sekolah.  Proses  adalah  implementasi  strategi  pembelajaran  dan
                        penggunaan media yang membentuk output, yaitu prestasi, sikap, dan keterampilan
                        siswa. Hasil adalah dampak jangka panjang  yang terjadi dari interaksi keluaran
                        dengan lingkungan sosial. Masalah input pendidikan termasuk seleksi siswa yang
                        dapat beasiswa, keterbatasan fisik peserta didik, dan kualifikasi kelas berdasarkan
                        kapasitas.  Agar  hasil  pendidikan  maksimal,  transmisi  input  yang  tepat  melalui
                        metode yang baik sangat diperlukan.












                                                              44
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54