Page 23 - MATERI PROGRAM LINEAR
P. 23
2. Nilai Optimum Bentuk Objektif
Dalam program linear, nilai optimum bentuk objektif tergantung pada apakah
program linear tersebut merupakan masalah maksimisasi atau minimisasi. Jika
program linear dimaksimalkan, maka nilai optimum bentuk objektif adalah nilai
maksimum fungsi objektif. Sedangkan jika program linear diminimalkan, maka nilai
optimum bentuk objektif adalah nilai minimum fungsi objektif.
Contohnya, dalam masalah optimasi produksi yang memproduksi dua jenis produk
dan , dengan fungsi objektif Pendapatan = 10 + 20 , tujuan pabrik adalah
untuk memaksimalkan pendapatan. Oleh karena itu, program linear di sini adalah
program linear untuk maksimisasi. Jika solusi optimal ditemukan, maka nilai
optimum bentuk objektif akan menjadi nilai maksimum dari fungsi objektif.
Namun, jika tujuannya adalah untuk meminimalkan biaya produksi, maka fungsi
objektif akan berubah menjadi Biaya = 5 + 8 , dan program linear di sini
menjadi program linear untuk minimisasi. Dalam hal ini, nilai optimum bentuk
objektif akan menjadi nilai minimum dari fungsi objektif. Solusi optimal dapat
dicapai dengan menggunakan metode program linear, seperti metode grafis atau
metode simpleks. Jika solusi optimal ditemukan, maka nilai optimum bentuk objektif
akan memberikan informasi tentang nilai maksimum atau minimum yang dapat
dicapai untuk tujuan yang ditentukan dalam program linear.
a. Metode Uji Titik Pojok
Metode Uji Titik Pojok (Corner Point Method) adalah salah satu metode
grafis yang digunakan dalam program linear untuk mencari solusi optimal
dari suatu program linear dengan hanya menguji titik-titik pojok (corner
points) dari daerah penyelesaian (feasible region). Metode ini sangat berguna
untuk masalah program linear dengan hanya dua variabel keputusan.
Langkah-langkah dalam Metode Uji Titik Pojok adalah sebagai berikut:
1) Tentukan batasan atau kendala dari program linear dan gambarkan
daerah penyelesaian (feasible region) di atas koordinat dua dimensi.