Page 49 - cerita untuk anak cerdas
P. 49

http://www.harunyahya.com/indo/anak/cerita1/cerita1_01.html


                    aku marah, aku mengembangkan titik‐titik oranye gelap dan noda‐noda merah tua sebagai
                    peringatan bagi binatang‐binatang lain.”

                                                          “Itu betul‐betul tak bisa dipercaya!” seru Amir.


                                                          “Apa lagi yang istimewa dari dirimu?”

                                                          Temannya  tersenyum  gembira.  “Mataku  masing‐
                                                          masing  bisa  bergerak  bebas.  Aku  bisa  melihat  ke
                                                          atas  dan  ke  bawah  sekaligus.  Tentu  saja,  aku  tak
                                                          pernah  mendapatkan  ciri‐ciri  ini  jika  Allah  tidak
                                                          menghendakinya.  Allah  menciptakan  aku  dan
                                                          memberiku  apapun  yang  kuperlukan  untuk
                                                          bertahan hidup.”

                    Amir memperhatikan lebih dekat lagi. “Kelihatannya cukup sulit mengeluarkan matamu.”

                    “Karena  itu,  supaya  mataku  tidak  menarik  perhatian  musuh‐musuh,  Allah  menutupnya
                    sepenuhnya dengan sisik‐sisik, hingga seakan‐akan mereka tampak seperti bagian kepalaku
                    yang lain. Seperti yang bisa kamu lihat, ketika Allah menciptakan aku, Ia merancangku dalam
                    cara yang paling memungkinkan untuk menghadapi apapun yang mungkin terjadi padaku.”

                                 “Mulai sekarang,” kata Amir, “aku akan memperhatikan hal‐hal di sekelilingku
                                 lebih teliti lagi. Aku tak akan pernah lupa berdoa pada Tuhan yang hebat dan
                                 berkuasa, ketika kulihat bukti‐bukti nyata kehadiranNya di alam. Terima
                                 kasih.”


                        Ialah Allah, Tuhanmu. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta
                       segala sesuatu. Maka sembahkan Ia. Ia adalah pemelihara segala sesuatu. Dia tidak
                       dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penghlihatan
                                   itu. Ialah Allah, Yang Maha Menembus, Maha Menetahui.

                                                  (Surat Al An’aam : 102‐103).
                          Hai manusia, kamulah orang miskin yang membutuhkan Allah; sementara Allah
                                          adalah Yang Maha Kaya, lagi Maha Terpuji.
                                                      (Surat Faathir: 15)





















                    Compile by: http://ndahdien.multiply.com
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54