Page 48 - cerita untuk anak cerdas
P. 48

http://www.harunyahya.com/indo/anak/cerita1/cerita1_01.html


                                                  AMIR DAN BUNGLON


                    Suatu hari, dalam perjalanan sepulang sekolah, Amir
                    meninggalkan teman‐temannya, dan menjelajah di antara
                    pepohonan. Ketika bersandar di sebatang pohon, dan
                    beristirahat, sebuah suara datang dari balik batang pohon yang
                    tergeletak di tanah.

                    “Salam, Amir,” kata suara itu. “Kamu lelah, ya?”

                    Amir tak bisa mempercayai telinganya. Ketika memperhatikan
                    ke sekeliling batang kayu itu dengan teliti, ia melihat seekor
                    makhluk yang begitu mirip warnanya dengan batang pohon itu,
                    sampai‐sampai Amir kesulitan membedakannya.

                    “Kamu siapa?” tanyanya. “Aku betul‐betul sulit melihatmu—
                    warnamu dan warna batang kayu tempatmu duduk itu betul‐
                    betul sama!”

                    “Aku seekor bunglon,” kata makhluk itu, yang bentuknya menyerupai kadal. “Aku mengubah
                    warnaku sesuai dengan lingkunganku untuk melindungi diriku dari bahaya.”

                    “Bagaimana kalian melakukan hal yang luarbiasa seperti itu?”















                    “Mari  kujelaskan,”  kata  teman  barunya.  “Aku  punya  zat  pewarna  istimewa  yang  disebut
                    ‘kromatofor’  di  kulitku.  Zat  ini  memungkinkan  kami  mengubah  warna,  menyesuaikannya
                    dengan  sekeliling  kami.  Perubahan  warna  ini  terjadi  melalui  pendistribusian  dan
                    pengumpulan beragam zat dan pigmen dalam sistem sarafku. Jadi, biarpun aku berpindah
                    sangat pelan, aku dapat hidup tak terlihat, dan aman, di manapun aku berada. Tentu saja,
                    kemampuan ini diberikan padaku oleh Tuhan kita Yang Maha Kuasa, Yang menyediakan kita
                    dengan apapun yang kita butuhkan.”

                    Amir tidak begitu yakin bahwa ia betul‐betul memahami. “Dapatkah engkau beritahukan
                    padaku sedikit lagi tentang perubahan warna?”

                    Bunglon itu menarik napas panjang dan mengangguk. “Ketika aku duduk di sebuah cabang
                    berdaun di siang hari, aku berubah menjadi hijau dengan noda‐noda hitam cokelat, seperti
                    bayang‐bayang  cabang‐cabang  di  sekitarku.  Ketika  gelap,  aku  betul‐betul  menjadi  hitam.
                    Aku dapat mengerjakan semua perubahan warna ini hanya dalam waktu 15 menit. Ketika

                    Compile by: http://ndahdien.multiply.com
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53