Page 46 - cerita untuk anak cerdas
P. 46

http://www.harunyahya.com/indo/anak/cerita1/cerita1_01.html



                                                NABIL DAN ANJING LAUT


                                 Nabil tengah menonton televisi, suatu
                                 hari setelah kembali ke rumah dari
                                 sekolah. Ada program dokumenter di
                                 sebuah saluran. Nabil senang sekali
                                 menonton dokumenter tentang binatang‐
                                 binatang yang tak pernah dilihatnya
                    dalam kehidupannya sesungguhnya. Kali ini, program
                    itu bercerita tentang anjing laut. Nabil duduk
                    menghadap televisi, dan mulai menonton penuh minat.

                    Namun tiba‐tiba, ia merasa dingin. Ia memperhatikan sekelilingnya dan menyadari bahwa
                    sekarang, ia tengah berada di dalam gambar TV. Tepat di sebelahnya ada seekor anjing laut
                    yang baru saja disaksikannya di layar televisi!
                    “Halo!” katanya, sedikit menggigil, pada si anjing laut. “Dingin betul di sini, apa kamu tidak
                    merasakan itu?”

                    “Kamu pasti baru di sini!” jawab anjing laut. “Selalu dingin di sini. Paling hangat suhunya 23
                    derajat Fahrenheit (minus 5 derajat Celsius), bahkan di musim panas. Suhu seperti ini cocok
                    buatku, karena kami, anjing‐anjing laut, suka pada udara dingin. Kami tidak pernah merasa
                    (kedinginan). Mengapa bisa demikian? Itu berkat bulu‐bulu kami, jubah luarbiasa ini, yang
                    telah diberikan Allah kepada kami! Tentu saja, lemak di badan kami juga membantu
                    melindungi kami melawan dingin.”

                    “Ibumukah yang ada di sana?” Nabil menunjuk seekor anjing laut yang lebih besar pada
                    jarak kejauhan. “Kupikir, ia mencarimu. Panggillah ia, dan biarkan ia tahu di mana kamu
                                               berada, kalau kamu suka ...”

                                               Anjing  laut  itu  meneruskan.  “Kami,  anjing  laut,  hidup  dalam
                                               kumpulan  yang  besar.  Dan,  ya,  kami  mirip  sekali  satu  sama
                                               lain. Tetapi, Ibu kami tidak pernah bingung membedakan kami
                                               dengan  anjing  laut  lain.  Inilah  kemampuan  yang  diberikan
                                               Allah  padanya.  Begitu  bayinya  lahir,  sang  Ibu  memberinya
                                               ciuman  selamat  datang.  Karena  ciuman  inilah,  ia  mengenali
                                               bau bayinya, dan tidak pernah mencampurkannya dengan bau
                                               bayi  lainnya.  Inilah  salah  satu  rahmat  Allah  yang  tidak
                                               terhitung, yang telah diberikanNya pada kami. Kami bersyukur
                    pada  Allah yang  Maha Kuasa, karena  Ia  memberi  Ibu  kami kemampuan  untuk mengenali
                    kami di antara kerumunan tempat kami tinggal.”

                    Ada hal lain yang ingin ditanyakan Nabil. “Aku ingat pernah membaca bahwa kamu
                    menghabiskan sebagian besar waktumu di air. Jadi, bagaimana kalian belajar berenang?”

                    Teman  barunya  menjelaskan.  “Allah  menciptakan  kita  semua  sesuai  dengan  keadaan‐
                    keadaan tempat kita hidup, dan membuat kita siap untuk semua itu. Seperti Ia menciptakan


                    Compile by: http://ndahdien.multiply.com
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51