Page 45 - cerita untuk anak cerdas
P. 45

http://www.harunyahya.com/indo/anak/cerita1/cerita1_01.html


                    cuaca  mulai  mendingin,  kami  bermigrasi  ke  belahan  bumi  selatan,  ke  Afrika  tropis  dan
                    India.”

                    Hamid bingung, “Tapi, bagaimana kalian mengetahui saat‐saat ketika cuaca mulai
                    mendingin?”

                    Bangau itu tersenyum. “Itu betul‐betul pertanyaan bagus. Tentu saja, jawabannya adalah
                    bahwa Allah mengajari kami. Kami semua, pada waktu yang sama, merasakan kebutuhan
                    untuk berpindah ke negara‐negara yang hangat. Allah membuat kami merasakan itu. Adalah
                    Allah  yang  memperlihatkan  kami  cara‐cara  terbang,  dan  ketika  musim  gugur  kembali
                    datang,  Ia  memastikan  bahwa  kami  dapat  kembali  melintasi  jarak  ribuan  mil  dan
                    menemukan kembali rumah lama kami. Allahlah dengan inspirasiNya yang mengajari kami
                    semua ini.”

                    “Menarik sekali! Kalian dapat bepergian jauh dan kembali, lalu menemukan sarang lama
                    kalian tanpa membuat kesalahan, seakan‐akan kalian memiliki kompas di tangan,” kata
                    Hamid terkesan.

                    Bangau itu meneruskan, “Tentu saja, jenis ingatan yang kuat seperti ini, dan kemampuan
                    menemukan arah yang baik,  semuanya  merupakan  hasil penciptaan Allah  yang luarbiasa,
                    yang memberikanNya pada kami.”

                    Hamid punya pertanyaan lain pada teman barunya, “Kalian ‘kan tinggal di dekat manusia?”

                    “Iya,” jawab temannya. “Kami membuat sarang‐sarang kami di atap‐atap rumah. Dan kami
                    membangun sarang‐sarang di puncak pepohonan serta cerobong asap ...”

                    Bangau  lain  kemudian  berdiri  dan  berkata,  “Maaf,  Hamid,  kami  harus  melanjutkan
                    perjalanan.”

                    Hamid menyaksikan teman‐teman barunya tampak mengeci,l dan kian mengecil, ketika
                    mereka melanjutkan perjalanannya.
                          Tiadalah binatang‐binatang yang ada di bumi dan burung‐burung yang terbang
                        dengan kedua sayapnya, melainkan umat‐umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami
                          alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab, dan kemudian kepada Tuhanlah mereka
                                                        dihimpunkan.
                                                     (Surat al‐An’am: 38).






















                    Compile by: http://ndahdien.multiply.com
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50