Page 50 - cerita untuk anak cerdas
P. 50
http://www.harunyahya.com/indo/anak/cerita1/cerita1_01.html
TARIQ DAN SANG ANJING
Tariq sedang bermain di rumah teman sekolahnya, Kashif. Ketika Ibu Kashif
memanggil anaknya ke bawah untuk suatu hal, Tarik ditinggal sendiri di kamar
tidur. Saat itulah anjing Kashif masuk ke kamar. Anjing itu sangat memikat, dan
seakan‐akan bertanya, “Tidakkah kamu ingin bermain denganku?”
“Hei, ayo bermain,” kata Tariq sambil melompat.
“Asyik, aku senang sekali!” kata anjing itu, sambil
mengibaskan ekornya dengan antusias.
Tarik membeku saking takjubnya. Anjing itu bicara! Ini
merupakan kesempatan yang tak boleh dilewatkan. Ia
mulai bertanya tentang hal‐hal yang selalu
dibayangkannya tentang anjing.
“Aku selalu ingin tahu,” ia memulai, “Bagaimana kalian
mengunyah tulang‐tulang keras yang kami berikan
pada kalian untuk dimakan?”
Anjing itu tersenyum, memperlihatkan sebarisan gigi yang putih, tajam. “Allah, yang telah
memberikan semua makhluk hidup ciri‐ciri individual mereka, telah memberikan, kami, para
anjing, kemampuan fisik yang berbeda dari binatang‐binatang lain. Misalnya, kami punya
lebih banyak gigi daripada kalian. Jumlahnya 42, sehinggga kami dapat mengunyah makanan
kami, terutama tulang, dengan mudah.”
Tariq mengangguk: “Kamu suka berlari, melompat, dan bermain
seperti aku, iya kan? Kok kamu nggak berkeringat?” ia berpikir.
Anjing Kashif mengangguk setuju. “Kami tidak berkeringat seperti
manusia untuk mengendalikan panas tubuh kami, karena kami tidak
punya pori‐pori kulit. Kami memiliki sistem pernapasan yang
mengontrol suhu kami. Bulu‐bulu mencegah panas dari luar
mencapai kulit kami. Tentu saja, ketika suhu meningkat, panas tubuh
kami juga meningkat. Ketika badan kami jadi terlalu panas, kami akan melepaskan kelebihan
panas dengan menjulurkan lidah dan bernapas cepat‐cepat, sehingga bahkan di hari‐hari
yang panas kami tidak berkeringat, biarpun bulu kami tebal.”
“Allah telah memberikan kami sistem yang bagus. Kalau manusia mengeluarkan keringat
setelah berolahraga selama setengah jam, kami bisa berlari tanpa henti berjam‐jam tanpa
mengeluarkan keringat sama sekali. Mulai sekarang, kamu akan memahami. Ketika kaulihat
anjing‐anjing dengan lidah terjulur keluar saat cuaca panas, tidak perlu merasa kasihan pada
mereka. Tentu saja kami, anjing‐anjing, tidak membuat sistem ini untuk diri kami sendiri.
Inilah salah satu bukti kekuatan kreatif yang luarbiasa dari Allah, yang telah menciptakan
apapun dalam bentuk asli sepenuhnya.”
Compile by: http://ndahdien.multiply.com