Page 9 - Antologi Esai 81
P. 9
Kerukunan dan Keramahtamahan Warga Desa
Linggoasri
Oleh: Ajeng Alika Putri
KKN adalah salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tri Dharma
Perguruan Tinggi adalah kewajiban perguruan tinggi untuk menyelenggarakan
pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat. Hal ini sesuai
dengan pesan dari DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) KKN kelompok 81
Linggoasri, bahwa kampus hanyalah tempat mereproduksi ilmu, sedangkan
masyarakat adalah tempat untuk mempraktikkan ilmu pengetahuan. Beliau
juga memberi pesan kepada kelompok kami untuk lebih banyak bertanya
kepada masyarakat daripada menggurui mereka.
Awal KKN saya merasa sedikit cemas, tetapi semua itu terhapuskan
setelah saya tiba di Linggoasri karena warga di sini sangat ramah. Saya
merasakannya sendiri saat melakukan mapping (pendataan terkait KPSPAM,
homestay, pekerjaan/usaha, cabai Jawa) dan saat silaturahmi (sowan) pada
minggu pertama. Warga Desa Linggoasri sangat menyambut kami dengan
ramah. Ketika saya dan teman saya melakukan pendataan di Yosorejo, kami
disambut dengan baik oleh warga. Kami bahkan sempat berbincang-bincang
dengan beberapa warga terkait kerukunan di Desa Linggoasri, seperti dengan
Pak Tarmadi yang keluarganya beragama Hindu sementara salah satu
anaknya beragama Islam, tetapi mereka tetap rukun dan saling menghormati.
Pak Tarmadi juga berbagi cerita tentang rutinitas agama Hindu, mulai dari
sembahyang yang dilakukan dua kali sehari yaitu pada saat sebelum matahari
terbit (subuh) dan saat matahari terbenam (maghrib) hingga perayaan ogoh-
ogoh dan Nyepi yang dilakukan dengan tidak makan, minum, dan bahkan tidak
ke kamar mandi. Selain itu, ketika kami melakukan pendataan di rumah Ibu
Mutmainah, kami diberikan oleh-oleh gula aren, yang semakin membuat kami
merasa diterima. Ada juga momen ketika saya dan teman saya sedang
menandai nomor rumah untuk membuat peta desa di pinggir jalan, kemudian
ada ibu-ibu setempat yang menawari kami untuk duduk di depan rumah
mereka sambil menyelesaikan peta tersebut. Beliau bahkan membuatkan
hidangan teh dan kopi untuk kami.
Dari minggu kedua hingga minggu terakhir, kami mulai mengikuti kegiatan