Page 14 - Antologi Esai 81
P. 14

tersebutpun menjadi sebuah desa yang bernama Desa Linggoasri, sedangkan
      Ki  Trunojoyo  atas  segala  perjuangannya  untuk  membuka  hutan  tersebut

      menjadi  tempat  tinggal/dusun  maka  beliau  di  beri  julukan/gelar  Ki  Ageng

      Cokro  Menggolo  yang  artinya  orang  yang  berani  membuka  hutan  menjadi

      tempat  tinggal.  Demikian  sekilas  cerita  asal  usul  desa  Linggoasri".  (di

      benarkan oleh sesepuh desa linggoasri Bpk. Taswono selaku sekertaris desa
      dan juga pemuka agama hindu di desa linggoasri).

                Seiring  perkembangan  zaman  desa  linggoasri  sangat  terkenal  sebagai

      desa  moderasi  beragama,  atau  miniature  negara  Indonesia  di  pekalongan

      khususnya,  karena  banyaknya  perbedaan  suku,  budaya,  dan  agama

      masyarakat  linggoasri  tidak  pernah  mempermasalahkan  hal  itu  melainkan
      perbedaan  suku,  budaya  dan  agama  merupakan  pemersatu  masyarakat,

      menjadi warna baru dalam keberagaman, guyup rukun, ramah semua kumpul

      dan menciptakan wadah yang indah yaitu “CINTA”.

                  Dari  ke  dua  mata  kita  melihat  secara  seksama  cinta  itu  ada  didesa

      linggoasri,  dari  10  muharom  diadakanya  santunan  anak  yatim  agama  hindu
      dan  islam  dalam  satu  acara,  Pada  tanggal  12  agustus  dari  kemenag

      mengadakan kampung moderasi beragama (KMB) yang bayak dihadiri tokoh-

      tokoh agama, dan terakhir pada malam 17 agustus diadakan malam tirakatan

      (wungon) dimana ada nasi gunungan yang kita doakan Bersama dimulai dari

      pemuka  agama  hindu,  beliau  memimpin  doa  yang  lain  mendengarkan

      begitupula  sebaliknya  pemuka  agama  islam  berdoa  yang  lain  mengamini,
      didesa  linggoasri    kkn  59  kelompok  81  banyak  sekali  belajar  tentang

      berbedaan, kekeluargaan gotong royong dan banyak lainya.

                    Desa  linggoasri  adalah  salah  satu  contoh  bahwa  sikap  toleransi  dan

      moderasi  beragama  yang  diterapkan  oleh  masyarakat  mampu  menciptakan

      kerukunan dan persatuan. Sikap saling  menghargai dan menghormati harus

      dibiasakan kapanpun dan dimanapun. Keberagaman dan perbedaan yang ada
      adalah  anugerah  dari  Allah  SWT.  yang  harus  disyukuri  dan  dijadikan

      sebagaialat  pemersatu. Allah Ta’ala  sudah  berfirmandalam Q.S.Al-Hujurat

      ayat 31:yang  Artinya: Wahai manusia! Sungguh Kami telah menciptakan kamu

      dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu

      berbangsa-bangsa  dan  bersuku-suku  agar  kamu  saling  mengenal.
      Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang

      paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha teliti.
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19