Page 204 - 5f871381b4cd9c6426e115cd17c3ac43
P. 204
180 | Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia 2014
adalah pembenaman karbon, pengaturan lebih cepat dibanding masa pemulihannya.
iklim, pe ngaturan waktu dan volume sungai, Pemanfaatan jasa lingkungan yang berlebihan
aliran air tanah, perlindungan terhadap banjir akan mengakibatkan sumber daya alam dan
oleh sistem pesisir dan riparian, penyer bukan, hutan sulit untuk melakukan pemulihan
pengaturan hama penyakit, pengikatan ni- alami. Kondisi ini dapat menyebabkan jasa
trogen biologis, perombakan bahan organik lingkungan secara bertahap menjadi langka
alam, dan keanekaragaman hayati untuk jenis dan hilang. Dampaknya, jasa lingkungan
tanaman dan hewan. yang semula diperoleh dengan cuma-cuma
akan menjadi mahal dan langka. Keadaan ini
Jasa budaya meliputi dengan manfaat
yang diperoleh manusia melalui hiburan, akan menjadi ancaman bagi sebagian besar
pengembangan penalaran, relaksasi, dan masyarakat yang menggantungkan kehidu-
refleksi spiritual. Contohnya adalah penyedia pannya pada alam. Agar tidak semakin parah
informasi pendidikan dan ilmiah, penyedia maka diperlukan strategi pengelolaan untuk
peluang rekreasi dan wisata, penyedia ben- memanfaatkan jasa lingkungan yang bersum-
tang alam untuk lingkungan, perumahan ber dari sumber daya alam dan lingkungan,
dan hunian serta penyedia informasi lainnya khususnya di hutan.
sebagai inspirasi budaya dan artistik (Hein Jasa ekosistem dari aspek pertanian ter-
et al. 2006). lihat pada Gambar 105 yang melibatkan ba-
Jasa lingkungan memiliki lebih dari nyak faktor, yaitu tanah, air, keaneka ragaman
25 jenis dan bentuk yang diterima oleh hayati, dan udara. Pertanian secara umum
masyarakat regional. Walaupun demikian, bergantung pada penyediaan jasa ekosistem
yang termasuk ke dalam marketable criteria yang bersifat mengatur (jasa pengaturan),
hanya ada empat, yaitu jasa lingkungan tata seperti pembentukan formasi tanah dan
air, jasa lingkungan keanekaragaman hayati, kegiatan jasad renik, perlindungan erosi,
jasa lingkungan keindahan alam (lanskap), penyebaran dan siklus nutrien, pemurnian
dan jasa lingkungan penyerapan karbon air, curah hujan yang mantap dan iklim stabil,
(Leimona et al. 2011 dan Wunder 2005). penyerbukan tanaman, dan pengendalian
hama dan penyakit. Pertanian modern in-
Jasa ekosistem dipopulerkan dan difor- tensif membutuhkan suatu penyediaan yang
malkan melalui Kajian Ekosistem Milenium berlanjut dan pertukaran antara jasa produksi
PBB tahun 2004 (Millenium Ecosystem As- dan jasa pendukung.
sesment 2005). Penyedia ekosistem yang
terpen ting adalah hutan yang memberikan Peningkatan produktivitas sebagai
manfaat besar bagi kehidupan manusia, baik bagian dari jasa ekosistem produksi dapat
manfaat langsung maupun tidak langsung. menyebabkan penurunan jasa pengaturan.
Manfaat langsung adalah seperti penyediaan Jika jasa ekosistem pengaturan dan pendu-
kayu, penyerbukan, satwa, dan hasil tam- kung makin buruk maka otomatis produksi
bang, sedangkan manfaat tidak langsung pangan akan terganggu. Hal ini dapat
adalah manfaat rekreasi, perlindungan dan digambarkan seperti suatu proses spiral
pengaturan tata air, dan pencegahan erosi. yang menurun secara drastis sehingga perlu
Pemanfaatan hutan idealnya dilakukan secara adanya suatu pengaturan agar kebijakan
lestari dan bertanggung jawab sehingga pertanian, peraturan dan insentifnya sejalan
menghasilkan manfaat yang berkelanjutan dengan adopsi praktik-praktik pertanian yang
dan tidak merusak kemampuan hutan untuk memperkuat dan meningkatkan kemampuan
memenuhi kebutuhan di masa depan. Hutan penyediaan jasa produksi dan ketangguhan
berfungsi untuk mendukung kehidupan agroekosistem (Wienarto et al. 2004). Beberapa
manusia, satwa, dan tumbuhan, selain juga contoh jasa ekosistem yang termasuk dalam
menjadi bagian dari proses ekologi dalam grup jasa pe ngaturan, yang bermanfaat dan
satuan siklus kehidupan (Reksohadiprojo memberi dampak yang cukup berarti pada
2000). sektor pertanian dan konservasi tumbuhan
akan dibahas pada subbab berikut.
Hasil penelitian Millennium Ecosystem
Assessment (MEA) tahun 2005 menjelaskan
bahwa dua pertiga jasa lingkungan yang
dimanfaatkan mengalami degradasi yang

