Page 40 - SD_Danau Laut Tador
P. 40

Lalu, bagaimana dengan ladang dan sawah, siapa yang
            mau mengerjakan itu ketika Tador sakit?

                 “Tador  ditinggal  di  rumah  sendiri  bukan  karena
            ayah  tidak  sayang  sama  Tador.  Ini  bukan  soal  umur

            dua belas tahun, Nak. Kamu sedang sakit. Ayah tidak
            mau  kamu  kenapa-kenapa.  Itu  pertanda  ayah  sangat

            sayang. Ayah tidak ingin Tador sakit. Ayah ingin Tador
            cepat sembuh,” kata ayah Tador.

                 Sang ibu mencoba tenang. Kalimat sang ayah ada
            betulnya.  Sambil  membelai  kepala  Tador,  ibunya  juga

            berkata, “Tador, biarlah kau tinggal di rumah, anakku?
            Kau sedang sakit, ayah dan ibu tidak ingin melihat kau

            bertambah sakit.”
                 Mendengar  kalimat  bujukan  ibunya  itu,  tangis

            Tador semakin meraung-raung. Tador tetap saja tidak
            mau ditinggal sendiri. Tangisnya semakin menjadi-jadi.

            Kedua  orang  tuanya  mulai  panik.  Tidak  hanya  tangis
            Tador yang keras, mereka sadar sebagian orang-orang

            kampung  sudah  mulai  beranjak  pergi  ke  sungai  yang
            letaknya di kampung sebelah. Jarak tempuh ke tempat

            pemandian itu lebih dari setengah jam berjalan kaki.
                 Akhirnya,  kedua  orang  tua  itu  pun  berselisih.  Si

            ibu ingin membawa Tador sedangkan ayah menolaknya.



                                        32
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45