Page 38 - SD_Danau Laut Tador
P. 38

belas tahun. Sudah tidak ada larangan untuk marpangir
            ke  sungai.  Dia  juga  ingin  ikut  mandi  bersama  seperti

            anak-anak kampung yang lain.  Dia sudah terlalu sering
            ditinggal.  Jadi, kali  ini  dia  harus  ikut.  Dia  pun  sudah

            menjadi anak yang baik seperti pesan nenek tempo hari,
            yakni  anak  yang  penurut  dan  tidak  menuntut.  Akan

            tetapi, tradisi marpangir ’kan hadir cuma setahun sekali
            dan dia sudah tidak sabar dengan hal itu.

                 “Tador,  kau  sedang  sakit, Nak. Badanmu  masih
            panas, tidak baik ikut mandi pangir,” kata ayah.

                 Tador  tidak  menjawab.  Dia  hanya  memandangi
            ayahnya  dengan  tatapan  yang  mulai  berkaca-kaca.

            “Besok-besok, kalau kau sehat, kita akan pergi bersama,
            tetapi  tinggallah  dulu  hari  ini  di rumah,  ya?”  bujuk

            ayahnya.
                 Tador tetap tidak mau ditinggal sendirian. Dia tetap

            ingin  ikut  marpangir seperti  anak-anak  dan  teman-
            temannya. Tador pun mencak-mencak mau ikut. Kakinya

            yang lemah itu mencoba dia hentakkan. Badannya yang
            lemas  mencoba  dia  rontakan.  Kepalanya  yang  pusing

            berulang-ulang  dia  benturkan  ke dipan.  Tador  tidak
            mau tinggal di rumah sendirian!






                                        30
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43