Page 34 - SD_Danau Laut Tador
P. 34

untuk  disantap.  Semua  persiapan  untuk  tradisi  itu
            sudah lebih dari cukup.

                 Tador  semakin  semangat.  Setidaknya,  marpangir
            juga sesuatu yang selama ini dia tunggu. Tador sudah

            tidak  sabar  mandi  di sungai  dengan  teman-teman
            sambil menyantap ayam gulai dan sayur daun pepaya

            kesukaannya.  Selain  suka  cita  menyambut  bulan
            puasa, Tador juga ingin menunjukkan kepada ayah dan

            ibunya bahwa dia sudah mahir berenang di sungai. Ya,
            inilah  saatnya  dia  ingin  pamer  keahliannya  itu.  Ayah

            dan  Ibunya  harus  melihat  kemahiran  Tador  secara
            langsung, bukan sekadar pengakuan yang pernah Tador

            ungkapkan tempo hari.
                 Namun, sekali lagi, keinginan kadang tidak sesuai

            dengan  kenyataan.  Mendadak  angan-angan  Tador
            buyar. Tiba-tiba saja ketika pagi hadir di hari marpangir,

            badan  Tador  panas.  Kepalanya  juga  pusing.  Tador
            seperti tidak berdaya. Dia hanya bisa berbaring.

                 Tador sama sekali tidak menyangka. Dia pun tidak
            tahu mengapa dia dapat seperti itu. Terbayang olehnya

            gagal  menikmati  tradisi  mandi  pangir.  Tador  menjadi
            sangat sedih.






                                        26
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39