Page 31 - SD_Danau Laut Tador
P. 31

Begitulah, layaknya warga kampung lainnya, untuk
            menyambut bulan puasa semuanya sibuk. Tidak hanya

            orang tua, tetapi anak-anaknya juga ikut-ikutan sibuk.
            Kesibukan  itu  sangat  nyata  dua  hari  sebelum  puasa.

            Hari yang memang disediakan untuk menyiapkan hari
            marpangir.

                 Malamnya, saat makan malam, Tador tersenyum-
            senyum sendiri. Di piringnya terhidang sepotong ayam

            goreng.
                 “Senyum-senyum,  makan  itu  ayam  hasil  kerjamu

            tadi,” kata ayah.
                 Tador  makin  tersenyum.  Bukan  soal  ayam  yang

            akan  segera  ia  makan,  melainkan  soal  mandi  pangir
            yang  baru  pertama  akan  dia  hadapi.  Selama  sebelas

            tahun dia hidup, sama sekali tidak pernah terlibat dalam
            kesibukan menyiapkan tradisi mandi pangir. Pun, selama

            sebelas  tahun  dia  hidup,  dia  tidak  pernah  marpangir,
            selalu  saja  dia  di  rumah.  Ayah  dan  ibu  memang  baru

            memperbolehkan Tador marpangir setelah berusia dua
            belas  tahun.  Tador  tidak  tahu  mengapa  bisa  begitu?

            Setahu dia, ada temannya yang sudah ikut marpangir
            meski masih berusia tujuh tahun. Jadi, kesempatan kali

            ini adalah yang pertama baginya.



                                          23
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36